Tentang sholat sunnah sebelum sholat Jum’at

Apakah ada sholat rawatib qobliyah Jum’at atau sholat sunnah rawatib sebelum pelaksanaan sholat Jum’at atau tidak? Saya bukanlah orang yang berkompeten untuk menjawab persoalan ini. Akan tetapi, saya bisa menyampaikan jawaban dari persoalan ini berdesarkan orang yang lebih berkompeten.

Dalam hal ini, untuk hukum seputar sholat sunnah pelaksanaan sholat Jum’at, saya mengutip penjelasan beberapa Ustadz, yaitu Ustadz Khalid Basalamah dan Ustadz Abdul Somad.

Menurut Ustadz Khalid Basalamah sholat qobliyah Jum’at itu tidak ada. Adapun berdasarkan hadits yang ada, sholat yang diperintahkan adalah sholat takhiyatul masjid, sebelum imam berkhutbah. Dalam hadits lain dalam riwayat Al-Bukhri, bahwasanya para sahabat kalau masuk ke masjid pada hari Jum’at, mereka sholat dua rakaat sambil menunggu Nabi SAW khutbah. Hal ini berarti tidak ada sholat lain sebelum sholat Jum’at. Akan tetapi, kalau sholat ba’diyah itu ada, jumlah rakaatnya empat rakaat sesuai dengan hadits shahih riwayat Imam Ahmad. Nabi SAW mengerjakan empat rakaat setelah jum’at, kadang-kadang beliau mengerjakan 2 rakaat di masjid, kadang-kadang beliau mengerjakan 2 rakaat di rumahnya.

Berdasarkan penjelasan Ustadz Khalid Basalamah, ada sholat yang bisa dilakukan sebelum sholat Jum’at, yaitu sholat takhiyatul masjid.

Lalu bagaimana hukumnya sholat sunnah takhiyatul masjid ketika khotib sudah naik ke mimbar?

Pada kesempatan yang lain, Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan tentang bolehnya sholat sunnah ketika khotib sudah naik ke mimbar. Adapun beliau menyarankan sholat yang dilakukan adalah sholat takhiyatul masjid.

Sedangkan menurut Ustadz Somad, sholat qobliyah jum’at itu ada, karena sholat jum’at termasuk sholat fardhu. Berdasarkan keumuman dalil setiap fardhu pasti ada dua rakaat sebelum sholat, maka karena jum’at itu fardhu, berarti ada sholat dua rakaat sebelum jum’at.

Ustadz Somad juga menjelaskan tentang dalil, jika ada adzan ada iqomat, maka ada sholat qobliyah. Pada sholat Jum’at, ada adzan dan iqomatnya, sehingga ada sholat qobliyahnya. Dalil ketiga, sholat jum’at adalah pengganti dzuhur. Jika sholat dzuhur ada qobliyahnya, maka penggantinya juga ada. Hal ini karena yang menggantikan itu posisinya sama dengan yang digantikan.

Yang keempat, Abdullah Ibnu Mas’ud tidak pernah meninggalkan sholat sebelum Jum’at. Dalil kelima. Ummu Habibah melaksanakan qobliyah. Oleh karena itu, berdasarkan mazhab Syafi’i, ada qobliyah Jum’at. Adapun pelaksanaannya adalah setelah masuk dzuhur. Jika sebelum masuk dzuhur, tidak ada qobliyah. Sholat qobliyah dilakukan setelah masuk waktu.

Jadi, ada dua pendapat di sini. Kalau menurut Ustadz Khalid Basalamah, menurut pengetahuan beliau, sholat qobliyah Jum’at itu tidak ada. Sedangkan menurut Ustadz Abdul Somad, sholat qobliyah Jum’at itu ada. Masing-masing memiliki hujjah, sehingga kita tak bisa menyalahkan salah satunya. Jangan sampai malah tidak mau sholat Jum’at gara-gara debat masalah qobliyah Jum’at. Lagi pula kalau tidak dikerjakan pun tidak ada dosa, lha hukumnya saja sunnah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *