Tata Cara Wudhu

…bagaimana tata cara wudhu Nabi SAW. Namun sebelumnya ketahuilah bahwa

Namun sebelumnya, ketauilah bahwa wudhu keutamaannya agung di sisi Allah SWT. Karena keutamaannya bahwa berwudhu bisa menggugurkan dosa-dosa, sebagaimana dalam riwayat imam muslim bahwa tidaklah seseorang hamba mencuci kepalanya, wajahnya, kecuali akan keluar dosa-dosanya bersama tetesan terakhir dari air wudhunya tersebut. Tidaklah ia mencuci tangannya, demikian pula kakinya, demikian pula kepalanya kecuali dosanya akan berguguran bersama tetesan terakhir daripada air wudhu yang menetes dari anggota wudhunya tersebut.

Di antaranya juga bahwa kita dianjurkan untuk menjaga wudhu, dan itu sifat seorang mukmin. Beliau bersabda,
wala yuhafidu alal wudhu, ilal mukmin

Nah, tidaklah yang bisa menjaga wudhunya kecuali seorang mukmin. Dan sudah kita ketahui bahwa wudhu adalah syarat sahnya sholat. Berarti betapa pentingnya kita belajar tentang bagaimana tata cara wudhu nabi SAW.

Berikut ini kita akan mempraktekkan bagaimana wudhu Nabi SAW

Dan perlu kita ketahui bahwa Nabi SAW tidak suka berlebih-lebihan dalam menggunakan air. Beliau bersabda,
iyakumul usrof
Jauhi oleh kamu berlebih-lebihan.
inkum taala nahrijali
walaupun kamu di air sungai yang mengalir

Dan disebutkan dalam riwayat Abu Dawud adalah rasulullah saw berwudhu dengan satu mut? saja. Maka dari itu kita jangan sampai masuk ke ayat,
innal mubadzirina kanu ihwana sayatin

Sesungguhnya orang-orang yang mubadzir itu, yang berlebih-lebihan itu termasuk teman-temannya syaiton.

Kadang kita lihat ada orang yang berwudhu ternyata dibuka kerannya besar-besar, sehingga akhirnya ia menggunakan air secara berlebihan. Dan itu sendiri termasuk dosa, karena itu termasuk mubadzir. Sikap mubadzir itu tidak disukai oleh Allah SWT.

Yang pertama kita akan lakukan yaitu membaca bismillah. Karena membaca bismillah adalah merupakan perkara yang dilakukan oleh Nabi SAW, namun para ulama memang berbeda pendapat, apakah bismillah itu rukun ataukah ya hanya sunnah saja.

Rasulullah bersabda,
la wudhua limalasholatu limalahu, wala wudhu a lima… alaihim

Tidak sah sholat bagi mereka yang tidak ada wudhu, dan tidak sah wudhu bagi mereka yang tidak menyebut nama Allah.

Kita ucapkan bismillah.
Bismillah, kemudian kita cuci tangan kita tiga kali, karena Nabi SAW mencuci tangannya tiga kali sebagaimana dalam hadits Utsman, hadits Abdullah bin Zaid?
Kemudian setelah itu kita berkumur-kumur tiga kali.
Kita berkumur-kumur, kita ambil satu telapak tangan, kemudian kita masukkan air ke mulut, lalu ke hidung sekaligus, lalu kita keluarkan dengan tangan kiri kita.
Kita lakukan itu tiga kali.
Setelah itu kita akan mencuci wajah. Dan batasan wajah terjadi ikhtilaf para ulama, apakah wajah itu dari sini ke sini (tepi telinga yg satu ke satu yg lain). Dan ini pendapat jumhur itu dari mulai dari daging yang menyembul di sini di telinga, sampai kepada ini (daging yg nneyembul yg satunya). Sebagian ulama mengatakan bahwa wajah itu masuk padanya bagian kuping bagian depan.

Dan ini diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib. Adalah Ali bin Abi Thalib ketika mencuci wajah beliau mencuci bagian depan telinganya.
Dan dalam riwayat Ibnu Abbas, adalah Ibnu Abbas ketika mengambil air dari telapak kanannya, beliau adukan dengan, miringkan dengan telapak kirinya, kemudian beliau mengusap atau mencuci wajahnya.

Kemudian dia lakukan itu tiga kali. Dan dalam riwayat Ali bin Abi Thalib, adalah Ali bin Abi Thalib setelah berwudhu, yaitu mencuci wajah, beliau mengambil segenggam air, lalu kemudian diguyurkannya di ubun-ubunnya, dan dibiarkan ia mengalir ke bawah. Ini termasuk sunnah Nabi SAW yang banyak ditinggalkan oleh manusia.

Kemudian setelah itu kita mencuci tangan sampai siku-siku juga. Kita ambil dengan tangan kanan, lalu kemudian kita cuci sampai siku-siku, dan jangan lupa untuk menyela-nyelai (jari-jari) tangan, karena Nabi SAW memerintahkan untuk menyela-nyelai jari-jemari tangan dan jari-jemari kaki. Dan kita lakukan ini juga tiga kali. Kemudian setelahnya sebelah kiri.

Setelah kita mencuci tangan, maka kita ambil air segenggam, kemudian kita mengusap kepala kita, dan tata cara mengusap kepala ada dua macam. Yang pertama yaitu mengusap dari arah depan kemudian kita seret sampai ke tengkuk, kemudian kita kembalikan lagi ke depan. Begini. Kemudian kita kembalikan lagi ke depan. Lalu kemudian kita masukkan jari (telunjuk) kita ke dalam telinga, lalu kita usap bagian depan belakangnya. Seperti ini.

Karena rasul mengatakan,
al buduna minal ros
bahwa telinga itu bagian daripada kepala.

Jadi ini cara yang pertama itu dari arah depan, kita kemudian tarik ke tengkuk, kemudian kita kembalikan lagi ke depan, kemudian kita masukkan lalu kita usap bagian bawah telinga. Ini cara yang pertama.

Adapun cara yang kedua, itu yang disebutkan dalam hadits riwayat Abu Dawud juga dari hadits rubayif? bahwa adalah rasulullah saw mengusap kepalanya
walayughoyir min sa’ri sayian.

Beliau tidak merubah bentuk rambutnya sama sekali. Ditafsirkan oleh para ulama yaitu mengusap rambutnya mengikuti alur rambut sehingga tidak merubah. Sebab kalau kita mulai dari depan seperti ini, kemudian ke belakang, tentu rambutnya akan acak-acakan. Tapi rasulullah saw pernah melakukan supaya rambutnya tidak acak-acakan yaitu dengan cara apa? Beliau mengikuti alur rambut dan mengusapnya hanya sekali saja. Yaitu dengan dalam riwayat Imam Ahmad bin Hambal, beliau memberikan apa namanya, contoh, diambil air kemudan dimulai dari tengah lalu ke depan, kemudian dimulai lagi dari tengah lalu ke belakang. Ini yang dicontohkan oleh Imam Ahmad bin Hambal.

Maka ini kata Al Imam Al Khottobi, khusus bagi mereka yang mempunyai rambut yang panjang. Ketika ia berwudhu, ia tidak ingin rambutnya berubah. Maka pada waktu itu kita cukup usap kepala kita sesuai dengan alur rambut sehingga rambut itu tidak acak-acakan. Ini subhannallah juga banyak tidak diketahui oleh banyak kaum muslimin, padahal haditsnya shahih atau hasan….

Dan dalam riwayat Mu’awiyah, Mu’awiyah ketika mengusap kepalanya, itu beliau menggunakan cara seperti ini, diambilnya air, kemudian air ini diguyurnya di ubun-ubun, kemudian diusapnya, seperti ini. Dan inipun juga dilakukan oleh rasulullah saw, dan itu boleh kita lakukan sekali-kali karena itu juga dilakukan oleh rasulullah saw.

Kemudian setelah itu kita akan mencuci kaki. Kita akan cuci kaki dan kita sela-selai dengan jari kelingking.

Dalam riwayat Abu Dawud demikian Rasulullah SAW menyela-nyelai dengan jari kelingking. Kemudian kita cuci sampai mata kaki. Kita lakukan itu tiga kali. Kemudian setelah (itu) sebelah kiri, kita lakukan itu tiga kali.
Selesai sudah berwudhu.

Lalu kemudian setelah berwudhu, dianjurkan kita mengucapkan.
asyhadu alla ilaha ilallah, wahdahu… warasuluh
di dalam … bisa ditambahkan
allahuma j’alni minattawabin wajalani minal mutatohirin.

Dan disebutkan dalam riwayat Tirmidzi, rasulullah saw juga mengajarkan doa lain. Ya setelah wudhu yaitu
subhanakallahuma wabihamdih, asyahdu ala ilahaila anta astaghfiruka waatubuilaigh

Kata rasulullah, siapa yang membaca ini setelah wudhu-nya, maka akan distempel dan tidak akan pecah selama-lamanya sampai hari kiamat.

Subhannallah.

Rasulullah mengatkan, siapa yang mengucapkan setelah wudhunya,
asyadu ala ilaha ilallah, … syarikala, .. abduhu warasuluh, maka akan dibukakan untuk dia delapan pintu surga. Ia bisa masuki delapan pintu surga itu dari pintu mana saja dia masuk. Masya Allah.
Lalu kemudian disunnahkan kita untuk sholat dua rakaat. Disebutkan dalam hadits, Bilal, rasulullah saw bersabda,
Ya bilal, ima sabaktani illal jannah,
dengan apa engkau mendahului ke dalam surga? Kata bilal, wahai rasulullah, tidaklah aku berhadats kecuali aku sholat dua rakaat.
Kata rasulullah dengan dua itu kamu masuk surga.


Semoga ini memberikan faidah untuk kita semua tentang bagaimana tata cara wudhu Nabi SAW.

Ustadz Abu Yahya Badru Salam, Lc

Z4y6nQtKbQM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *