Tata cara sholat mayit (jenazah)

Jadi, ada empat hal di sini, yaitu empat kali takbir yang mesti diperhatikan. Jadi ketika kita melaksanakan sholat jenazay, menyolati si mayit, maka imam itu berdiri. Kalau mayitnya laki-laki, maka nanti berbeda posisinya imam tersebut berbeda dengan mayitnya ketika itu perempuan. Ketika laki-laki maka berada di bagian atasnya, bagian kepalanya, namun kalau mayitnya itu perempuan, maka berada di bagian tengahnya. Nah, lalu jamaah membentuk shof di belakang. Disunnahkan walaupun sedikit, disunnahkan untuk membentuk tiga shof. Walaupun misalnya cuma 10 orang yang menyolatkan, maka tetap disunnahkan untuk membentuk tiga shof. Ada keutamaan dalam hal ini karena membentuk tiga shof seperti ini akan mudah mendapatkan syafaat. Ya itu si mayit akan mudah mendapatkan syafaat atau ampunan dari orang yang menyolatkan.

Atau di sini bisa menyolatkan lebih banyak lagi, bahkan kalau lebih banyak jamaah yang menyolatkan itu lebih bagus, semakin banyak dapat ampunan bagi si mayit. Nah, dibentuk tiga shof, di situ tidak perlu terlalu mepet antara shof yang pertama, shof yang kedua, sama shof yang ketga, tidak terlalu longgar sekali, tidak. Yang jelas di sini tidak ada rukuk dan sujud di dalam sholat jenazah.

Lalu setelah kita bertakbir, kita takbir sama seperti kita takbir untuk sholat. Sama ketika takbir untuk takbiratul ihram kita memulai sholat, angkat tangan, takbir, allahu akbar. Baru bersedekap. Setelah itu, setelah takbir pertama membaca al fatihah, mulai dari bismillahirrohmanirrohim dan seterusnya. Tidak perlu diawali dengan doa istiftah, tidak ada doa istiftah ketika itu.

Setelah itu, setelah takbir yang pertama selesai sampai waladolin, amin, dan ketika itu amin me-sihrkan? bacaannya, tidak perlu mengeraskan. Setelah itu imam bertakbir lagi, allahu akbar, dengan mengangkat tangan. Kemudian sedekap lagi ketika itu. Lalu membaca sholawat untuk Nabi SAW, atas Nabi SAW. Bisa dipraktekkan yang dibaca adalah sholawat ibrahimiyah, yang kita baca seperti pada tahiyat.

allahuma sholi ala muhamad waala
kama sholaia ala ibrahim ali ibrahim minaka hamidun majid
allahuma barik ala muhaman
barokta
innaha hamidun majid

Sudah. Setelah itu kita takbir lagi yang ketiga kalinya. Untuk sholawat tadi sebenarnya boleh dengan ucapan yang ringkas cuma allahumma sholi ala muhammad, itu sudah dikatakan sah. Namun yang lebih sempurna tadi, kita membaca sholawat seperti sholawat ibrahimiyah yang ada pada tahiyat.

Lalu bertakbir yang ketiga kalinya. Allahu akbar. Angkat tangan lagi, kemudian bersedekap. Kemudian membaca doa untuk mayit.

Ah, doa untuk mayit di sini disebutkan ada doa yang digabungkan lafadznya oleh Abu Suja di sini, namun ada doa-doa untuk mayit yang sangat bagus sekali, yang ini bisa dilihat di kitab hisul muslim? karya said bin waf al khotoni?, di situ bisa dilihat berbagai macam doa yang dibaca untuk mayit saat sholat jenazah. Ya itu setelah takbir ketiga. Nah, di situ di antara doa yang diajarkan misalnya doa bagi si mayit, yaitu dibacakan
allahumaghfirlahu warhamu waafihi wafuanhu, waaqrimnuzulahu wawasiqman kholahu.. walsaji walbarod, … minaddannas, … wazaujan khoiru min zaujihi, .. fitnatal kobri, adzabinnnar

dalam salah satu lafadz seperti itu. Atau dalam lafadz yang lain dikatakan,
wa aitu min adabil kobri, wa adzabinnar.

Maksud dari doa ini lihat doanya sangat bagus sekali, yaitu berisi doa permintaan ampunan dan juga kita meminta rahmat kepada Allah SWT kepada si mayit.

Setelah itu, bertakbir lagi yang keempat kalinya, lalu membaca doanya di sini yang seperti yang dikatakan oleh Abu Suja.

allahumma la takhrimna, ajrohu, wala taftina ba dawu wakfirlana walahu

Doa ini adalah doa untuk si mayit dan juga doa bagi orang yang menyolatkan.

Ya Allah janganlah halangi kami untuk menapakan kebaikan,
wala taftina ba dahu, dan janganlah kami terfitnah setelahnya
waghfirlana walahu
ampunilah dosa-dosa kami dan juga dosa si mayit.

Lalu setelah itu mengucapkan salam. Dan yang diperintahkan di sini adalah salamnya cuma sekali. Adapun perintah untuk salam ke kanan dan ke kiri haditsnya itu dhoif. Ya jadi salam cuma kanan saja, dengan ucapan assalamu alaikum warahmatullah, tidak lengkap sampai asa.. wabarakatuh

Jadi dia mengucapkan, assalamu alaikum warahmatullah, sudah setelah itu rampung, selesai, ya, dan setelah itu sholat tersebut selesai tanpa lagi ada doa-doa secara berjamaah diaminkan secara berjamaah setelah itu. Berbeda dengan apa yang dilakukan oleh kaum muslimin di tengah-tengah kita.

Ustadz Abduh Tuasikal
CxPy-MZrF8w&t=145s

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *