Pengertian sunnah

Kita sering mendengar sunnah, sunnah rasulullah saw. Terkadang kita juga mendengar adanya pengajian sunnah. Ada orang mengatakan, kita harus menerapkan sunnah. Apa itu sunnah?

Apakah sunnah itu adalah satu pilihan bagi kita, kita jalankan atau tidak kita jalankan? Bagaimana posisi sunnah itu terhadap syariat kita? Perlu kita ketahui, kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah SWT mengerti apa itu sunnah, apa definisi sunnah.

Sunnah secara bahasa itu adalah kebiasaan. Sesuatu yang biasa dilakukan itu menjadi sunnah. Maka dia bisa menjadi baik, atau menjadi buruk. Secara simpelnya, kalau kita bawa… ini adalah sunnah rasul, berarti sesuatu yang biasa dilakukan oleh rasul. Secara istilah, sunnah itu adalah … maudi failan nabi saw… takrir
setiap apa yang disandarkan kepada nabi, baik itu perkataannya, maupun perbuatannya, maupun takrir, maka itu dikatakan dengan sunnah.

Ulama dari bermacam-macam sisi akademik, mereka memiliki definisi tersendiri sesuai dengan kepentingan kajiannya. Ulama hadits mengatakan, sunnah itu adalah mautur ala nabi saw…. atkrir ausifatin khulqiyah au fikliyah,… sawau, au badah
Setiap yang disandarkan kepada nabi, baik itu perkataan, perbuatan, atau takrir, dan baik itu sifat, baik sifat, karakter, akhlak, atau fisik. Baik itu setelah beliau diangkat menjadi nabi atau sebelumnya.

Artinya, kajian ahli sunnah, atau kajian muhaditsin adalah bagaimana dia melihat jati diri nabi saw di dalam kehidupannya sehari-hari. Mulai dari kecil kita lihat dalam buku-buku hadits bahwa kajiannya adalah seluruh yang berkaitan dengan pribadi Nabi SAW. Adapun ulama ushul fiqih, dia melihat bahwasanya yang dia kaji itu apa yang bisa dijadikan sebagai argumentasi, sehingga dikatakan… setiap yang disandarkan kepada nabi, baik itu perkataan atau perbuatan atau takrir, yang bisa dijadikan sebagai dalil, argumentasi terhadap hukum yang syar’i. Maka ulama ushul fiqih, dia mengkaji hal-hal yang memungkinkan, yang bisa dijadikan sebagai dalil. Sebagai contoh kalau kita lihat, perintah untuk mengerjakan sholat, maka itu bisa dijadikan sebagai pendalilan. Atau perintah untuk melaksanakan membayar zakat, zakat fitrah, dan yang lain yang bisa dijadikan sebagai argumentasi. Tapi kalau seandainya tidak bernuansa hukum syar’i, maka itu bukan kajian yang dikatakan sebagai sunnah. Seperti misalkan, tetang fisik nabi, nabi rambutnya misalkan rambutnya tidak lurus, tidak keriting, tetapi ikal. Tidak ada kajian yang mengatakan bahwa disunnatkan untuk mengikalkan rambut, tidak. Namun, ulama hadits ingin melihat bagaimana jati diri Nabi, maka itu adalah bagian kajiannya. Tapi kalau ushul fiqih itu tidak bisa dijadikan kajian, bagian kajiannya.

Ulama fiqih, dia akan membahas tentang hukum-hukum yang lima yang berkenaan kepada manusia yang menjadikan mukallaf yang dibebankan dari hukum, apakah dia menjadi hukum perintah, atau larangan, atau tidak larangan dan tidak perintah. Maka perintah apabila dalam bentuk jazam, bentuk keharusan, maka itu namanya amr. Perintah apabila dalam bentuk anjuran, itu namanya mushaba? atau juga dinamakan dengan sunnah. Larangan apabila dalam bentuk penenakan, itu namanya takhrim. Kalau dalam bentuk himbauan itu namanya adalah makruh. Kalau tidak diperintahkan dan tidak dilarang, maka itu namanya mubah. Nah, kajian sunnah yang dikatakan dalam ilmu fiqih adalah perintah namun dalam rangka anjuran. Maka dikatakan oleh ulama fiqih bahwasanya sunnah itu adalah setiap perbuatan yang apabila dilaksanakan mendapatkan pahala, apabila tidak dikerjakan, tidak apa-apa dan tidak dibebankan dosa kepadanya. Maka itu namanya sunnah atau mustaha?

Ulama aqidah membahas lagi bahwa sunnah itu adalah setiap sesuatu yang ada dalilnya dari agama ini, baik itu al quran, atau sunnah, atau kebiasaan para sahabat, maka itu dinamakan dengan sunnah. Lawannya, tidak ada dalil, atau yang dinamakan dengan bid’ah, sesuatu yang baru yang tidak ada dalil, atau yang dinamakan dengan bid’ah, sesuatu yang baru yang tidak ada dalil dari sebelumnya. Maka ketika kita mengatakan, ada enggak sunnahnya? Berarti ada enggak dalilnya? Baik dari al quran atau sunnah nabi saw, atau kebiasaan para sahabat.

Kaum muslimin dan muslimat yang dimuliakan Allah SWT,
Apakah setiap sunnah itu adalah wajib? Kita katakan, kita lihat kepada bobot dari hadits. Ketika dia adalah wajib, maka kita katakan wajib. …Apabila dia sunnat, maka kita kanakan dia adalah sunnat. Maka kalau kita lihat, … setiap perintah yang tidak ada mentasrifnya, atau yang memalingkannya dari perintah, maka hukum asalnya adalah wajib. Maka oleh karena itu kalau kita lihat apa yang fenomena yang ada di masyarakat kita, misalkan Nabi SAW memerintahkan untuk membiarkan jenggot dan memotong kumis, maka sunnahnya bahwa kumis itu dipotong, jangan dibiarkan. Dan jenggot itu dibiarkan, jangan dipotong. Ini adalah perintah dari Nabi SAW.

Nah, ketika ada perintah dari Nabi, kita laksanakan. Karena kewajiban kita adalah mentaati apa yang diperintahkan oleh Nabi kita Muhammad SAW.

Adapun amalan-amalan yang mungkin bernuansa anjuran, maka kita lakukan semampu kita. Nabi SAW mengatakan,
waamartuhum bisyaiin, … maanhu fajtanibun
Apapun ya, aku perintahkan kepadamu, maka lakukanlah sebatas apa yang mampu kamu lakukan dari sebagian dari apa yang diperintahkan, dan apa yang aku larang maka tinggalkanlah. Kata Nabi SAW.

Kita selaku umat Nabi Muhammad SAW berkewajiban untuk mentaati rasulullah SAW. Allah SWT berfirman,

ya ayuhal ladzina,, waati rasul, ulil amri minkum… inkuntum,.. yaumil akhir, dalika khoiru waasa?

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, taaitilal rasul, dan pemimpin dari kalanganmu. Apabila kalian berselisih dalam apapun juga, maka kembalikan kepada Allah, dan kembalikan kepada rasul.

Kembalikan kepada Allah yakni kembalikan pada kitabnya. Mengembalikan kepada rasul, ketika beliau masih hidup adalah bertanya langsung kepada beliau, setelah beliau meninggal dunia, kita kembali kepada sunnah-sunnah beliau.


Mentaati rasul adalah bentuk ketaatan atau bentuk atau bukti bahwasanya kita mencintai Allah SWT. Jika kita betul-betul mencintai Allah, maka taatilah rasul.

qul inkuntum tohibunnallah…
Katakan oleh Muhammad, jika kalian betul-betul mencintai Allah, maka ikutilah aku.

Apa yang akan kita dapatkan kalau kita mengikuti rasulullah SAW?
yuhibukumullah, Allah akan mencintaimu, dan Allah akan mengampuni dosa-dosamu, dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang.

Allah memerintahkan kita untuk mentaati rasul, mengikuti rasul, dan Allah melarang kita untuk menyelisihi rasul. Maka oleh karena itu, mari kita berusaha untuk menjalankan sunnah rasulullah saw. Anda tidak rugi jika anda melaksanakan sunnah rasulullah saw. Malahan kerugian itu akan anda rasakan ketika anda menyelisihi sunnah rasulullah saw. Sebagaimana Allah SWT mengingatkan,
falyahd… adabun alim
Hendaklah waspada orang-orang yang

Kita adalah orang yang mengakui cinta kepada Nabi, maka hakikat kecintaan kepada nabi adalah mengikuti sunnah rasulullah saw. Mudah-mudahan kajian yang pendek ini bermanfaat.

Ustadz Muhammad Elvy Syam, Lc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *