Pengertian dan hukum sujud tilawah

Tilawah artinya membaca ayat Al Quran. Jadi memang setiap kali Anda mendapatkan dalam Al Quran kalimat sujud, maka Anda dianjurkan untuk sujud. Ada dua keadaan sujud tilawah ini. Yang pertama, sujud sementara kita dalam keadaan sholat. Jadi kalau pas baca misalnya, wasjud waqtarib, misalny, lagi sholat. Maka pada saat itu, Anda wajib sujud. Yang lebih rajih pendapat jumhur ulama, wajib sujud, bukan sunnah. Jadi yang jadi imam, itu wajib sujud, nanti makmumnya ikut. Ini namanya sujud tilawah.

Kalau kata-kata sujud itu berada di akhir surah, seperti tadi, wasjud waqtarib, di akhir surah, maka imamnya bangun lagi kembali, atau dia secara individu tidak berjamaah, lagi sholat sendiri. Misalnya lagi sholat ba’diyah dzuhur lalu dia baca ayat ada sujudnya. Dia bangun, maka dia menyambung minimal satu sampai dua ayat dari surah lainnya. Boleh surah lain, tidak harus surah yang langsung setelah itu. Misalnya setelah wasjud waqtarib, lalu dia berdiri lagi dia baca qul huallahu ahad, boleh, enggak ada masalah. Surah lain nda ada masalah. Dibolehkan.

Tapi tetap ada kewajiban untuk sujud di sini. Wajibnya sujud tilawah dalam sholat seperti wajibnya takbirotul ihram. Ini diwajibkan. Jadi, bisa berdosa orang kalau tidak lakukan. Makanya para imam kita harus paham masalah hukum ini atau anda secara individu juga harus paham tetang konsep ini. Jadi harus sujud.

Keadaan yang kedua adalah sujud tilawah di luar sholat. Kalau dalam sholat, ini berarti dia rangkaian dari sholat. Walaupun sujud tilawah tidak ada kewajiban untuk wudhu kalau di luar sholat. Tidak ada kewajiban untuk wudhu. Afdholnya dia wudhu dulu. Karena pendapat jumhur ulama, boleh membaca quran dengan tidak ada wudhu, selama tidak ada udzur syar’i yang melarangnya. Seperti misalnya orang junub. Anda lagi junub, atau perempuan haid dan nifas, mutlak enggak boleh pegang, sentuh fisiknya al quran, enggak boleh. Tapi kalau selain itu, kita batal wudhu, kemudian mau muraja’ah membaca quran, ya itu nggak ada masalah, di mana saja, di kantor, di jalan, lagi nunggu lampu merah, ya mungkin kita bisa membaca quran sambil buka qurannya. Itu nda ada masalah. Ini tidak harus wudhu.

Kalau sujud tilawah di luar sholat tidak wajib wudhu. Tetapi tetap ada kewajiban untuk sujud.
Di dalam sebuah hadits yang shohih, disebutkan riwayat Imam Muslim, kata Rasulullah SAW
idza qora .. sajadata … syaiton yabdi yakul yawaila umirabisujudi fasajada falahul jannah waumirtu bissujudi faasyaitu falyanar

Perhatikan hadist shahih riwayat Imam Muslim. Kata Nabi SAW, jika Ibnu Adam, anak cucu Adam, membaca ayat apa saja ada sajadahnya, ada kalimat sujudnya, lalu dia sujud, maka niscaya setan menyingkir darinya. Jadi, lepas dari dirinya, ke sebelahnya, sambil menangis, seraya setan itu berkata, sungguh celaka ia telah diperintahkan untuk sujud lalu dia sujud, maka ia berhak mendapatkan surga, sedangkan aku diperintahkan sujud tapi aku membangkang, maka aku masuk ke dalam api neraka”.

Ustadz Khalid Basalamah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *