Kisah satu gereja masuk Islam

Pernahkah Anda membaca kisah tentang satu gereja masuk Islam? Cerita ini beredar di banyak web di internet. Pertanyaannya, bagaimana kebenaran tentang kisah tersebut? Apakah kisah itu benar adanya atau hoax semata?

Jika benar adanya, orang satu gereja masuk Islam, tentu ini kejadian yang sangat menarik. Tapi, tentu kita harus mengetahui benar tidaknya suatu berita, tidak seenaknya saja menyebarkan informasi yang belum tentu kebenarannya. Memang tak ada yang tak mungkin bagi Allah, tapi kita juga perlu ber-tabayyun, memeriksa kebenaran suatu informasi.

Penyebaran hoax seputar agama Islam ini begitu marak. Kalau memang bermanfaat, nggak ada masalahnya kan disebarkan? Bukan begitu. Masalahnya, dalam hoax tersebut, ceritanya diklaim sebagai kisah nyata. Jadi, seolah-olah informasi yang disebar itu benar-benar terjadi, bukan fiksi.

Kembali ke topik, kali ini SalamPedia bahas tentang kebenaran kisah satu gereja masuk Islam. Konon kisah ini terjadi pada 22 Februari 2006. Kisah ini tentang kisah seorang pemuda muslim di Amerika. Tidak disebutkan siapa nama pemudanya, tidak disebutkan pula tempat tingalnya di Amerika bagian mana. Pemuda ini berasal dari Arab dan baru lulus kuliah di Amerika. Tidak disebutkan dia kuliah di universitas mana. Pemuda ini punya teman akrab yang beragama Nasrani. Nama temannya juga tak disebutkan.

Suatu hari, pemuda itu dan temannya tersebut berjalan-jalan di suatu perkampungan di Amerika. Tidak disebutkan kapan, dan tidak pula disebutkan perkampungan apa. Mereka melewati sebuah gerja di perkampungan tersebut. Temannya yang beragama Nasrani akan memasuki gereja dan mengajak pemuda itu masuk ke gereja.

Pemuda Arab tersebut akhirnya mau masuk ke gereja meski awalnya keberatan. Singkat cerita, pendeta menyuruh agar pemuda Arab tersebut keluar dari gereja. Tapi, sebelum keluar, pendeta tersebut mengajukan sejumlah pertanyaan kepada pemuda Arab tersebut. Untuk cerita lengkapnya, Anda bisa cari di google, masukkan saja “kisah satu gereja masuk Islam”.

Singkat cerita, pendeta dan seluruh jemaat di gereja masuk Islam. Pada cerita tersebut juga disebutkan sumber cerita itu berasal dari Mausu’ah Al-Qishash Al-Waqi’ah melalui web www.gesah.net.

Bukan masalah meragukan kekuasaan Allah. Bahkan kalau Allah berkehendak, jangankan satu gereja, satu negeri, bahkan satu bumi pun bisa masuk Islam.

Pembahasan
Jika benar itu terjadi, tentunya itu menjadi peristiwa yang besar, dan media pun meliputnya. Tapi, dengan tidak adanya keterangan nama pemuda Arab dan temannya, juga nama tempat yang jelas, ini sulit untuk memastikan apakah kisah ini benar-benar terjadi atau tidak.

Pada cerita tersebut tidak disebtkan pula nama gereja yang dimaksud dan nama pendeta gereja tersebut.

Apakah kisah satu gereja masuk Islam hoax atau fakta?
Dalam kisah yang tersebar tersebut ada keterangan bahwa cerita tersebut diambil dari Mausu’ah Al-Qishash Al-Waqi’ah yang dimuat di www.gesah.net. Setelah saya telusuri, ternyata website ini tidak aktif, hanya menunjukkan halaman error.

Setelah saya telusuri, situs banjarmasin.tribunnews.com menyebutkan kalau nama pemuda tersebut adalah Abu Yazid Al-Busthami.

Siapa Abu Yazid Al-Busthami?
Abu Yazid Al-Busthami merupakan seorang sufi berkebangsaan Persia yang lahir pada tahun 188 H. Terkadang ucapan-ucapannya susah dipahami oleh orang biasa, sehingga menyebabkan ada sebagian ulama yang menentangnya.

Mausu’ah Al-Qishash Al-Waqi’ah
Sayat tidak menemukan Mausu’ah Al-Qishash Al-Waqi’ah di Google. Yang saya temukan adalah web-web yang mencantumkan kisah tadi. Namun, saya tidak bisa memastikan apakah mausu’ah (ensiklopedia) ini benar-benar ada atau tidak, karena tidak semua informasi ada di Google kan?

Setting Waktu
Pada kisah satu gereja masuk Islam yang beredar, disebutkan waktu kejadiannya adalah tanggal 22 Februari 2006. Padahal, Abu Yazid Al Busthami sendiri hidup di zaman kejayaan Islam. Ia lahir pada 188 H / 804 M. Dari sini bisa kita simpulkan bahwa waktu kejadiannya tidak benar. Pada sumber lain tidak disebutkan setting waktunya.

Versi Lain
Dalam versi lain diceritakan bahwa Abu Yazid Al Busthami dikejutkan dalam mimpinya agar ia ke gereja Samaan. Ia bermimpi hal tersebut tiga kali. Kemudian ia bersiap pergi ke gereja tersebut dengan menggunakan pakaian dan cara seperti yang ia ketahui dari mimpinya. Ia kemudian masuk ke dalam gereja Samaan tanpa diketahui padri-padri yang hadir. Sebagai informasi, padri adalah sebutan lain untuk pastor / pendeta. Ia bersama padri yang lain menunggu ketua padri. Ketua padri pun datang. Ia tahu ada orang Islam yang ada di dalam gereja tersebut.

Ketua padri itu menyuruh Abu Yazid Al Busthami bangun, lalu ia pun bangun tanpa ada rasa takut.

Ketua padri itu mengajukan 50 pertanyaan kepada Abu Yazid Al Busthami. Dijawablah kelimapuluh pertanyaan tersebut oleh Abu Yazid.

Kemudian Abu Yazid bertanya tentang kunci surga. Tak seorangpun yang dapat menjawabnya. Ketua padri sebenarnya tahu jawabannya, tapi ia takut para padri di situ tidak sependapat dengannya. Para padri tersebut akhirnya mendesak agar ketua padri itu menjawab pertanyaan yang diberikan Abu Yazid.

Ketua padri itu menjawab “la ilaha ilallah, muhammadur rasulullah”.

Sontak para padri terdiam. Kemudian Abu Yazid membenarkan jawaban ketua padri. Singkat cerita, semua padri dalam gereja tersebut masuk Islam.

Cerita ini saya kutip dari salah satu blog. Sayangnya, blog tersebut tidak mencantumkan sumber rujukan yang valid, sehingga saya tak bisa memastikan kebenaran cerita tersebut. Tokoh Abu Yazid Al Busthami memang ada. Tapi, untuk kisahnya yang berhasil mengislamkan para padri dalam gereja tidak terdapat pada biografinya yang dimuat oleh Wikipedia.

Kisah Satu Gereja Masuk Islam hoax atau fakta?
Kisah tersebut diklaim sebagai kisah nyata, dengan tanggal kejadian 22 Februari 2006 dengan latar tempat di Amerika. Adapun jika cerita tersebut adalah cerita Abu Yazid, maka dari segi latar tempat dan waktu tidaklah benar.

Kalaupun kisah Abu Yazid itu benar adanya, maka ada hal yang tidak tepat dalam kisah satu gereja masuk Islam yang beredar, seperti latar tempat dan waktu kejadian.

Demikian pembahasan tentang kisah satu gereja masuk Islam. Saya tidak bisa mengatakan kisah ini benar-benar terjadi karena tidak adanya sumber rujukan yang valid tentang cerita tersebut. Abu Yazid Al Busthami bukanlah tokoh fiktif, tapi apakah kisah tersebut terdapat di dalam Mausu’ah Al-Qishash Al-Waqi’ah atau Mausu’ah Al-Qishash Al-Waqi’ah ini benar-benar ada? Jika ada yang punya penjelasan tambahan, silakan tulis di kolom komentar. Blog ini terbuka untuk masukkan dan kritikan dari para pengunjung.

referensi:
http://banjarmasin.tribunnews.com/2017/01/13/apakah-kunci-surga-itu
https://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Yazid_Al-Busthami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *