Keutamaan membaca Al Qur’an

Allah masih memberikan kesempatan kepada kita semuanya untuk senantiasa memakmurkan bulan Ramadhan dengan berbagai macam bentuk ibadah. Di antara ibadah tersebut adalah dengan memperbanyak membaca al quran. Dan Allah SWT menurunkan Al Quran adalah sebagai petunjuk bagi manusia. Dan petunjuk tersebut akan bisa kita dapatkan dengan kita memperbanyak membaca al quran, memahami al quran, mempelajari al quran, dan kemudian mengamalkan al quran. Dan di bulan ramdhan, Rasulullah SAW memberikan contoh kepada kita semuanya, dan memerintahkan kepada kita semuanya untuk memperbanyak membaca al quran.

Oleh karenanya kita bisa melihat di banyak hadits, Nabi SAW menganjurkan kepada kita semuanya untuk membaca Al quran. Di antara hadits-hadits tersebut adalah hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Bukhori dari sahabat Utsman bin Affan RA, Nabi SAW bersabda:
khairukum man ta’alamal qurana waalamahu

Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari al quran dan mengajarkannya.

Di dalam hadits yang lain, yang diriwayatkan oleh Aisyah RA dalam Bukhori dan Muslim, Nabi SAW bersabda:
al mairu bil quran, maasafarotil qiromil baroroh

Seorang yang mahir dalam membaca al quran, maka berama dengan malaikat yang sangat mulia dan sangat baik.

Waladzi ya qur ul quran, wayadata atau fihi wahua alaihi syakun lahu ajroah

Sedangkan orang yang membaca Al quran, tetapi terbata-bata, kesulitan, dan merasakan berat dalam membaca, maka mendapatkan dua pahala.


Dua pahala yang didapatkan orang yang membaca Al Quran dibarengi dengan kesulitan, susah payah di dalam membacanya, itu adalah pahala karena dia mau membaca al quran, dan yang kedua adalah pahala karena merasakan sulitnya membaca al quran. Akan tetapi, kita lihat di sini bahwa Nabi SAW memberikan penghargaan kepada orang yang mau membaca al quran, walaupun merasa berat, merasa sulit, ketika membaca al quran.

Di dalam hadits yang lain, Nabi SAW bersabda,
iqroul quran, fainahu yati yaumual qiyamati, syafian li ashabihi

Bacalah al quran, karena sesungguhnya al quran akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada orang-orang yang membacanya, kepada orang yang mengamalkannya.

Hadits shahih dalam riwayat Muslim.

Hadits ini menjelaskan kepada kita bahwa Al quran adalah mukjizat yang besar. Dan pada hari kiamat akan memberikan syafaat, akan mendoakan kepada orang-orang yang mencintainya, orang-orang yang membacanya, mempelajarinya, mengamalkannya, akan dimintakan ampunan pada Allah SWT. Akan didoakan untuk naik derajatnya di sisi Allah SWT.

Maka sungguh ini adalah kemuliaan yang besar atas orang-orang yang mau membaca Al Quran.

Kemudian hadits yang lain, Nabi SAW menyebutkan keutamaan orang-orang yang mempelajari al quran di salah satu rumah-rumah Allah SWT. Nabi SAW menyebutkan, balasan mereka adalah illanasalat alaihim musakinah, kecuali akan turun ketenangan atas mereka.
wawaziyat humurrahmah
akan turun rahmat Allah dan kasih sayang Allah kepada mereka.
wahafathumul malaikah
para malaikat akan membentangkan sayapnya, ridho dengan perbuatan mereka, dan mendoakan kepada Allah SWT ampunan atas mereka, kasih sayang untuk mereka.

wazakarohumullahu fiman inda
Dan Allah SWT akan menyebutkan mereka-mereka yang mau membaca al quran di penduduk yang ada di langit, di hadapan para malaikat. Allah SWT akan memuliakan dan menyanjung mereka-mereka yang mau membaca al quran.

Terlebih lagi kita sedang berada di bulan ramadhan, di mana al quran diturunkan di bulan ramadhan, di malam lailatul qadar. Dan itu ada pada bulan ramadhan. Sehingga Nabi SAW memberikan contoh kepada kita, beliau bersemangat dalam membaca al quran. Nabi SAW setiap malamnya itu membaca al quran dan dihadiri oleh malaikat Jibril. Beliau mudarosah? bersama dengan malaikat jibril. Sampai beliau menyelesaikan 30 juz dalam Ramadhan tersebut. Dan demikian setiap kali ramadhan Nabi SAW selalu membaca al quran di hadapan malaikat Jibril alaihissalam.

Bahkan di akhir dari Ramadhan yang beliau jalankan, Nabi SAW bisa menyelesaikan Al quran dua kali. Nabi SAW mengkhatamkan al quran dua kali di hadapan malaikat Jibril alaihissalam. Kita juga tahu bahwa Nabi SAW begitu cintanya dengan al quran, terlebih di bulan ramadhan. Kalau beliau sholat malam, sholat tarawih, beliau pernah sekali sholat bersama dengan seorang sahabatnya. Dan ternyata Nabi SAW membaca dengan bacaan yang sangat panjang. Dalam satu rakaat beliau membaca surat Al Baqoroh. Masih dilanjutkan lagi membaca surat Ali Imron, masih ditambah lagi membaca surat An Nisa, itu dalam satu rakaat. Dan ternyata Nabi SAW di malam tersebut sholat empat rakaat dan itu sampai mendekati waktu Shubuh.

Demikian cintanya Nabi SAW terhadap Al Quran. Bagaimana Nabi SAW memberikan contoh kepada kita semuanya untuk menghidupkan malam-malam dengan membaca al quran. Demikian juga di siang harinya untuk bersungguh-sungguh membaca al quran.

Kita lihat contoh dari para pendahulu kita, para salafussholih, para ulama pendahulu kita, di antaranya adalah Al Imam Az Zuhri rahimakhullahuta’ala. Beliau pernah mengatakan,
innama hu wadilawatul quran, waid am qoam

Sesungguhnya bulan ramadhan adalah bulan untuk membaca al quran dan bulan untuk memberikan makanan dan bersedekah.

Al Imam Malik bin Anas rahimullahu ta’ala, beliau juga pernah ketika beliau masuk di bulan ramadhan, beliau selalu menyibukkan diri dengan banyak membaca al quran dari mushaf, dari al quran, dan beliau meninggalkan untuk membaca hadits untuk membuat satu majelis ilmu, dan itu beliau tinggalkan, dalam rangka untuk membaca al quran dan memberikan perhatian besar terhadap al quran.

Demikian pula salaf yang lain, di antaranya adalah Khotadah bin di amma sadusi rahimullahuta’ala, beliau di bulan ramadhan mengkhatamkan al quran dan demikian ketika sampai di malam terakhir atau sepuluh malam terakhir dari bulan ramadhan, beliau mengkhatamkan al quran di setiap malamnya. Setiap malamnya beliau mengkhatamkan al quran. Di hari-hari sebelumnya, di setiap tiga malam, beliau khatamkan al quran. Di luar bulan ramadhan, beliau mengkhatamkan al quran, dalam 7 hari sekali beliau khatamkan al quran.

Kita lihat yang lain, yaitu Ibrahim An Nakhoi rahimullahu ta’ala, beliau juga demikian di dalam membaca al quran di bulan ramadhan di setiap tiga malam beliau selalu mengkhatamkan al quran. Bahkan di akhir-akhir dari bulan ramadhan, yaitu sepuluh terakhir dari bulan ramadhan, beliau mampu menyelesaikan di setiap dua malam sekali khatam al quran.

Yang lain pula adalah al aswat rahimullahu ta’ala, beliau bahkan membaca al quran di setiap dua malam selesai khatam al quran. Baik itu di dalam ramadhan, ataupun bahkan di luar ramadhan.

Demikian contoh-contoh yang kita dapatkan dari salafussholih, dari rasulullah SAW, para sahabat, dan para ulama pendahulu kita, mereka bersungguh-sungguh di dalam menghidupkan bulan ramadhan, di antaranya dengan banyak-banyak membaca al quran. Mudah-mudahan kita semuanya termasuk dari orang-orang yang mencintai al quran, orang-orang yang mau mempelajari al quran, orang-orang yang mau membaca al quran dan kemudian mengamalkannya, sehingga mendapatkan keutamaan dari Allah SWT. Demikian

Ustadz Muhammad Romelan, Lc
MzsxuntXzZo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *