Keutamaan malam lailatul qadar

Sholat di masjid itu lebih baik dibandingkan dengan sholat di tempat biasa. Perhatikan, bandingkan pahalanya. Nabi SAW pernah menyampaikan tentang satu hadits yang kemudian dicantumkan oleh Imam Al Bukhari dalam kitab shoheh beliau, nomor hadits 279, Imam Muslim pun mencantumkannya lagi dalam kitab shoheh beliau, nomor hadits 131. Bahkan Imam An Nawawi kembali mencantumkannya dalam Riyadhus Sholihin beliau di 1.896 hadits yang ada di dalamnya, antum buka bab pertama hadits nomor 10 posisi paling kiri di pertengahan, itu haditsnya dari sahabat Abu Hurairah radiallahu ta’ala anhu. Perhatikan kalimatnya,
qolla, beliau menyampaikan, qolla rasulullah saw, suatu kali rasulullah saw pernah bersabda
sholato arjuni fil jamaah
Sholatnya seseorang yang ditunaikan dengan berjamaah di masjid

tazidu ala sholatihi fisu wabaiti
Itu lebih utama dibandingkan dengan

sholat yang pernah ia tunaikan di kantornya,

Yang pertama bahwa Allah SWT menurunkan al quran di malam lailatul qadar. Maka sungguh ini adalah kemuliaan di malam tersebut, yaitu malam lailatul qadr, di mana Allah SWT mengkhususkan malam tersebut diturunkannya Al Qur’an dari lauhul mahfudz menuju baitul izzah yang ada di langit dunia. Keutamaan yang selanjutnya dari surat tersebut, bahwa Allah SWT menanyakan tentang lailatul qadr itu dengan pertanyaan,
wama adrokama lailatul qadr

Dan apa yang kalian tahu dengan malam lailatul qadr. Ini menunjukkan agungnya lailatul qadr, sehingga Allah SWT ketika menjelaskan tentang lailatul qadr, Allah SWT menggunakan dengan pertanyaan.

Keutamanan selanjutnya bahwa malam tersebut adalah malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Bahwa orang yang beramal, orang yang beribadah pada malam tersebut, Allah lipatkan pahalanya lebih baik daripada beramal seribu bulan, yaitu 83 tahun lebih.

Selanjutnya keutamaan dari surat tersebut bahwa para malaikat turun bersama dengan pemimpin dari para malaikat, yaitu malaikat Jibril alaihissalam. Dan tidaklah malaikat turun ke bumi, turun ke dunia, kecuali dengan membawa kebaikan, dengan membawa berkah, dengan membawa doa. Itulah turunnya para malaikat di malam lailatul qadr. Bahkan disebutkan dalam sebuah riwayat, bahwa malaikat pada malamn tersebut jumlahnya sangat banyak sekali, bahkan lebih banyak daripada jumlah pasir yang ada di dunia.

Keutamaan selanjutnya dari surat tersebut bahwa Allah SWT mensifatinya dengan salam. Yaitu keselamatan bahwa malam tersebut adalah malam keselamatan, di mana banyak sekali manusia yang diselamatkan oleh Allah SWT dari api neraka. Banyak kaum muslimin yang dibebaskan oleh Allah SWT dari adzab neraka.

Selanjutnya keutamaan adalah bahwa Allah SWT mengkhususkan keutamaan daripada lailatul qadr dengan menurunkan satu surat yang sempurna, satu surat yang penuh, dan tentunya itu akan dibaca oleh umat hingga akhir zaman.

Di antara keutamaan lailatul qadr, Nabi SAW menyebutkan dalam sebuah hadits,
man koma lailatul qodri imanan wahtisaban ghufiru lahuma taqodama min dambihi

Barang siapa yang sholat malam di malam lailatul qadr dengan penuh iman dan penuh dengan harapan akan pahala Allah SWT, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Ini menunjukkan keutamaan lailatul qadr di mana ibadah pada malam tersebut diantaranya adalah sholat tarawih atau sholat malam, maka Allah SWT akan memberikan ampunan kepada mereka semuanya dari dosa-dosa yang telah lalu.

Lailatul qadar itu ada di bulan ramadhan. Allah SWT berfirman:
syahrurromadhonaladzi unzilla … quran

Bulan ramadhan di mana Allah SWT menurunkan Al Qur’an di dalamnya.

Dan kemudian dikhususkan dengan dalil yang lain, yaitu sabda Nabi SAW,

taharo lailatal qadri fir arsyil awakhir lil… alaih

Carilah lailatul qadar di sepuluh terakhir dari bulan ramadhan.

Sehingga hadits ini mengkhususkan dari adanya lailatul qadar di bulan ramadhan dikhususkan lagi adanya adalah di sepuluh terakhir dari bulan ramadhan.

Kemudian hadits nabi SAW yang berikutnya mengkhususkan bahwa dari sepuluh yang terakhir tadi, yang lebih diharapkan untuk adanya lailatul qadar adalah di malam-malam ganjil. Beliau bersabda,
taharo lailatal qadri fil witri minal asyril awakhir min romadhon.

Carilah malam lailatul qadr pada bilangan ganjil dari sepuluh malam terakhir dari bulan ramadhan.

Dari malam-malam ganjil tersebut, nabi SAW pun mengkhususkan bahwa di antara malam-malam ganjil tersebut adalah yang paling diharapkan adanya adalah di malam yang ke 23, kemudian malam ke 25, malam yang ke 27, dan 29. Dari yang ganjil tersebut kemudian ada hadits yang lain juga, dikhususkan malam yang ke-27, yang paling diharapkan dari semua malam yang ada.

Para ulama ketika menyikapi hadits-hadits yang banyak tadi menjelaskan tentang kapan lailatul qadr, diantaranya adalah Ibnu Hajr di dalam fathul bahri, beliau menyebutkan bahwa yang rajih dari perkataan para ulama, kapan lailatul qadr adalah di malam-malam ganjil dari sepuluh terakhir ramadhan, dan itu berpindah dari satu malam kepada malam yang lain. Artinya, terkadang mungkin tahun kemarin di malam 27, bisa jadi di ramadhan yang berikutnya adalah di malam yang ke-29, bisa jadi ramadhan yang berikutnya adalah di malam yang lain. Mungkin malam 23, dan seterusnya.

Allah SWT menyembunyikan kapan malam lailatul qadr, apakah itu di malam yang ke-27, apakah di malam ke-25, dan seterusnya, tidak lain karena hikmah Allah SWT, di mana Allah SWT dengan sifat kasih sayangnya menjadikan hamba-hamba bersemangat untuk beribadah kepada Allah SWT, karena seorang yang memakmurkan di 10 malam terakhir dari ramadhan dengan ibadah, dengan banyak membaca al quran, dengan sholat malam, sholat tarawih, dengan banyak berdzikir kepada Allah SWT, dan terus dihidupkan dengan berbagai macam amal ibadah, maka sungguh orang tersebut pasti akan mendapati malam lailatul qadr. Oleh karenanya, itulah hikmah Allah SWT agar kita bersemangat di dalam beribadah kepada Allah SWT.

Di antara hikmah yang lain, kenapa lailatul qadr disembunyikan oleh Allah SWT, adalah untuk membedakan antara orang-orang yang bersemangat dengan orang-orang yang bermalas-malasan. Antara seorang muslim yang bersungguh-sungguh di dalam beribadah kepada Allah SWT, yang ikhlas di dalam beribadah kepada Allah SWT, dengan mereka-mereka yang tidak ikhlas di dalam beribadah kepada Allah. Bermalas-malasan dalam beribadah kepada Allah SWT.

Mudah-mudahan Allah SWT memberikan taufik dan hidayah kepada kita semuanya, memberikan kekuatan pada kita semuanya, untuk bisa memakmurkan di malam-malam dari sepuluh malam terakhir dari bulan ramadhan, terlebih lagi adalam di malam-malam ganjil, terlebih lagi adalah di malam-malam ke-23, ke-25, dan juga 27.

Wallahu ta’ala alam bisshowab

Ustadz Muhammad Romelan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *