Jika waktu buka puasa tidak ada makanan dan minuman

Waktu berbuka adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh orang yang berpuasa. Namun, ada kondisi di mana bisa saja orang tidak mendapatkan makanan atau minuman untuk berbuka. Apa puasanya dilanjut sampai kita mendapatkan makanan atau minuman?

Salah satu di antara sunnah puasa Ramadhan adalah menyegerakan berbuka. Lalu bagaimana jika sudah masuk waktu berbuka tapi tidak ada makanan dan minuman?

Kalau puasa tidak ada makanan ataupun minuman buat disantap apakah batal puasanya? Jadi, yang dimaksudkan oleh penanya ini, jika Anda kemudian tengah puasa, lalu pada saat buka maksudnya barangkali ini ya.

Pada saat buka Anda tidak menemukan makanan untuk disantap, apakah status puasanya batal atau mungkin pertanyaan yang lain, bagaimana cara membatalkan puasa ini.

Pertama, ini pertanyaan bisa kita bagi pada dua bagian. Ya. Ada dua kondisi di sini. Kondisi pertama, adalah orang yang memang mampu menghadirkan makanan, tapi dia terjebak dalam kondisi tidak memiliki makanan pada saat itu.

Jadi memang orang ini punya kemampuan untuk membeli makanan, bisa menyiapkan minuman, hanya dalam kondisi tertentu keadaannya tidak memungkinkan dia untuk mendapatkan makanan atau minuman.

Seperti yang mungkin dia bisa lakukan sebelumnya. Bisa dia berada di kereta, atau dia di tengah perjalanan di bis misalnya. Begitu waktu berbuka tiba, dia belum menemukan makanan dan minuman di sana.

Apa yang dilakukan pada saat itu? Maka ulama di sini memberikan gambaran kepada kita, cukup sekedar dia memutuskan niat puasanya pada saat itu. Karena prinsip dalam ibadah kembali kepada niatnya. Al Bukhari nomor hadits yang pertama, posisi paling kiri sebelah atas ya. Lihat kalimatnya,

Innama’l a’malu binniyat, wa innama likulli mri’in ma nawa

dengan sungguh setiap amalan itu, itu akan ditentukan pada niatnya. Tergantung pada niatnya. Dan dengan niat itulah kemudian pahala ditentukan. Jadi, kalau Anda kemudian masuk dalam konteks puasa, lalu tidak menemukan makanan dan minuman untuk Anda berbuka, maka rumus cepatnya cukup Anda batalkan dengan memutuskan nia puasanya. Selesai di situ.

Anda bisa langsung bacakan doa buka puasa, sekalipun sekiranya Anda tidak menemukan misalnya makanan atau minuman untuk disantap pada saat itu. Cukup Anda ucapkan misalnya,
Abu Dawud, nomor hadits 2358, dari Ibnu Umar Radhiallahu ta’ala anhuma:

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

Paham sampai sini? Di situlah kemudian puasa Anda gugur di situ. Selesai sampai di situ dan statusnya sah puasa Anda kemudian mendapatkan bagian dari apa yang telah Allah tetapkan, insya Allah.

Dan jangan berlebihan. Saya pernah menemukan beberapa statement yang menurut kami agak berlebihan. Coba cari suasana untuk membatalkan walaupun tidak ada makanan. Misal, ngupil katanya kan sampai terasa, tapi walaupun tidak dimakan sampai ada semacam getaran ke dalam kerongkongan, tertelan ludah.

Atau ngorek-ngorek kuping gitu kan, sampai terasa ada getaran ke dalam kerongkongan, lantas tertelanlah sebagian dari ludahnya. Itu berlebihan menurut kami.

Ada seorang anak dengan bahasa yang sangat teguh tidak napak rona dalam wajahnya seperti lesu, mengadu, santai dia berkata. Ustadz, apa hukumnya orang yang ketika buka puasa, dia tidak makan? Apa hukumnya orang yang saat sedang buka puasa, dia nggak makan?

Dia teruskan puasanya. Maka kami jawab seketika saat itu, hukumnya wajib bagi saya memberi Anda makan. Karena memang orang ini saking nggak punyanya, nggak bsia makan.

Saking nggak adanya nggak bisa menemukan minuman. Anda mungkin begitu mudahnya mendapatkan makanan minuman dalam keseharian. Bahkan datang di suatu tempat Anda dapatkan hidangannya, tidak perlu Anda membayarnya.

Tapi ada segelintir orang untuk menemukan makanan barang sekecil saja, belum tentu dia dapatkan. Tidakkah Anda pernah mendengar kisah orang-orang Syiria begitu anaknya kemudian menggendong adiknya, begitu peluhnya dia mendapatkan susu, mencari kemana-mana, sampai nampak dalam tubuhnya kelihatan batang tulangnya.

Pernahkah Anda dengar kisah anak-anak Palestina untuk mendapatkan minuman sampai harus menyaring minumannya karena bercampur dengan racun dengan racun yang diberikan oleh zionis itu? Ada segelintir tempat yang memang kondisinya tidak mampu menemukan hal yang demikian. Maka dalam kondisi ini, syiar ramadhan membuat kita untuk gemar berbagi dalam kehidupan.

Syiar ramadhan membantu kita mengarahkan kita untuk berbagi dalam kehidupan. Di sinilah insya Allah, Allah gerakan diri kita untuk gemar berbagi, walaupun sekedar minuman, walaupun sekedar air putih. Banyak hadits dari Nabi SAW, termasuk di At Tirmidzi memberikan gambaran betapa besar pahala orang-orang yang berbagi dengan sesamanya.

Jadi, saya memberikan anjuran pada saya pribadi, termasuk kita semua, mohon maaf sebesar-besarnya. Ayo, jangan kita lapar sendirian, kemudian kenyang sendirian.

Barangkali bahkan Anda ke masjid pun untuk mencari bukaan. Bagian Anda mungkin cukup untuk dibagikan dua, tiga orang. Kurma biasanya ada berapa satu plastik? Mustahil satu itu. Minimal tiga biasnaya kan?

Sunnahnya makannya berapa? Ganjil. Nggak pernah disebutkan tiga, ganjil. Silaka cek. Ganjil. Kalau satu ganjil tidak? Ganjil. Maka apa faedahnya bagi Anda? Dua orang kesulitan menemukan bukaan. Kurmanya tiga ada pada Anda. Masa Anda mau habiskan semua?

Teman Anda satu bagikan satu bagikan. Anda mendapatkan sunnahnya, mendapatkan bagian keberkahannya. Ketika Anda berikan satu kurma pada yang lainnya, satu kurma lagi pada yang lainnya, maka Anda mendapatkan pahala kebaikan dari keduanya tanpa dikurangi sedikitpun. Masya Allah.

Jadi, cukup dibatalkan dengan memutuskan niatnya. Bacakan doa puasanya.

Ustadz Adi Hidayat, Lc., MA

Nah, demikian pembahasan tentang cara membatalkan puasa ketika tidak ada makanan atau minuman. Mudah bukan? 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *