Inilah keutamaan malam Lailatul Qadar

Di akhir-akhir bulan Ramadhan, Allah memberikan keistimewaan kepada umat Islam. Ada waktu yang sangat luar biasa, yang sangat istimewa, yang punya keutamaan yang luar biasa, yaitu malam lailatul qadar.

Malam lailatul qadar itu di sini para ulama definisikan dengan berbagai macam versi, pendapat. Ada yang mengatakan bahwasanya lailatul qadar itu artinya malam yang penuh kemuliaan. Ada yang mengatakan juga bahwasanya lailatul qadar itu artinya malam yang sesak, karena ketika itu para malaikat turun ke dunia untuk memberikan keberkahan atau rahmat di muka bumi. Jadi keadaan bumi ketika itu penuh sesak dengan malaikat, sehingga itu disebut dengan lailatul qadar. Dan juga ada yang mengatakan bahwasanya al qadar di situ karena di dalamnya terdapat peristiwa-peristiwa seperti penetapan takdir. Penetapan takdir dalam setahun tuh ditetapkan pada malam tersebut. Begitu juga turunnya Al-Qur’an juga diturunkan pada malam lailatul qadar. Seperti yang disebutkan dalam firmal Allah SWT

inna anzalna hu fi…
Sesungguhnya kami menurunkan Al-Qur’an, yaitu pada malam lailatul qadar.

Lailatul qadar di sini terjadi pada bulan ramadhan, bukan di bulan yang lainnya. Sebagaimana ditegaskan dalam ayat tadi, itu diturunkannya Al Qur’an pada malam lailatul qadar, dan ditambahkan dengan ayat
syahruromadoha aladi unzila
Pada bulan ramadhan itu adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Kalau dikatakan turunnya Al Quran pada bulan ramadhan, ini maksudnya adalah keseluruhan Al Quran sekaligus. Seperti kata Ibnu Abbas, diturunkan dari Lahul mahfudz ke baitul aizah_?? Dan di situ diturunkan permulaan Al-Quran, semuanya Al Quran secara keseluruhan turun pada malam tersebut, yaitu pada malam lailatul qadar, baru nanti dilihat dari berbagai macam peristiwa yang dialami oleh Nabi SAW, baru diturunkan ayat demi ayat, atau surat demi surat, sesuai dengan peristiwa-peristiwa yang ada. Nah, itu sekitar penjelasan tentang apa itu malam lailatul qadar.

Tentang keutamaan malam lailatul qadar di sini secara khusus Allah SWT sudah disebutkan dalam surat Al Qadr. Sudah secara khusus Allah SWT disebutkan dalam surat Al Qadar, itu Allah SWT berfirman
ina anzalna hufi
Sesungguhnya kami menurunkan Al Quran pada malam lailatul qadar.

Keutamaan yang pertama di sini menunjukkan bahwasanya Al Quran itu diturunkan pada malam lailatul qadar. Dan ini juga jadi dalil bahwa Al Quran secara keseluruhan tuh bukan turun pada tanggal 17 Ramadhan. 17 Ramadhan tuh bukan malam lailatul qadar. Lailatul qadar kita sudah sepakat itu terjadi pada 10 hari terakhir dari bulan Ramadhan. Kemudian Allah katakan
inna anzalna qadar
wama adrokama lailatul qadar

Tahukah kamu itu apa lailatul qadar?
Ini menunjukkan bahwasanya Allah memberikan ketegasan tentang malam lailatul qadar.

Kemudian dikatakan selanjutnya…
lailatul alfi syar
Malam lailatul qadar itu lebih baik daripada seribu bulan.

Yang dimaksudkan di sini adalah malam lailatul qadar jika seseorang tuh melakukan amalan pada malam tersebut, maka itu lebih baik daripada amalan yang dilakukan pada malam yang tidak terdapat lailatul qadar. Pada malam yang tidak terdapat lailatul qadar, yaitu lebih baik daripada seribu bulan lamanya. Itu keutamaan yang kedua, menunjukkan bahwasanya pada malam lailatul qadar itu dikatakan kalau beramal pada malam tersebut, itu akan dilipatgandakan pahalanya, lebih baik daripada seorang itu beramal pada malam yang lainnya yang tidak terdapat malam lailatul qadar, yaitu seribu bulan lamanya.

Kemudian dikatakan lagi dalam ayat selanjutnya, dikatakan..
tanazalul malaikatu waruhu fiha

Pada malam tersebut itu turun para malaikat, dan juga ar ruh, yaitu Jibril. Turun para malaikat dan juga Jibril. Makanya tadi sudah disebutkan bahwasanya karena saking banyaknya malaikat yang turun, bumi itu nanti akan penuh sesak dengan malaikat. Ini juga menunandakan bahwasanya kalau malaikat itu turun, maka akan datang rahmat, akan datang keberkahan. Maka sangat tenteram sekali keadaan ketika itu, sangat tenang sekali keadaan ketika itu daripada malam-malam yang lainnya.

Kemudian,
fiha biidzni robbihim… amr

Pada saat itu dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
Malaikat itu turun, dan Jibril itu turun untuk mengatur segala urusan.

Salamun hiya hata
Pada malam tersebut itu penuh dengan keselamatan, penuh dengan salam, penuh dengan keselamatan, sampai terbitnya fajar.

Maka ayat ini juga menunjukkan bahwa malam lailatul qadar itu adalah malam yang penuh dengan kesejahteraan, penuh dengan keselamatan. Kalau seorang itu mendapatkannya, maka dia akan penuh dengan rasa tenang yang akan dia dapati pada malam tersebut. Nah, ini di antara malam lailatul qadar yang disebutkan dalam surat Al Qadar di sini.

Kita sudah dapat beberapa keutamaan di sini.

Dan para ulama ketika menjelaskan surat tersebut juga mereka mengatakan seperti An-Nakho’i itu mengatakan, amalan di lailatul qadar itu lebih baik daripada amalan di seribu bulan yang lainnya. Tadi berdasarkan ayat lailatul qadri hai alfisyahr


Kemudian barang siapa yang menghidupkan malam lailatul qadar, dengan sholat malam, di sini tidak dipersyaratkan dia mesti semalam suntuk, dia dapati sebagian malam saja dia sudah mendapatkan keutamaan. Kata Nabi SAW,
man khoma lailatal qadri imanan wahtisaban ghofirul tak danbihi

Barang siapa yang menghidupkan lailatul qadar dengan sholat malam, atas dasar iman dan atas dasar mengharapkan pahala dari Allah SWT, maka dosa-dosanya yang telah lalu itu akan diampuni.

Lalu disebutkan lagi oleh para ulama, kapan lailatul qadar itu terjadi? Mereka punya berbagai macam versi pendapat. Tapi yang lebih tepat dalam masalah ini adalah lailatul qadar itu terjadi pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan, karena Nabi SAW itu pernah bersabda
taharrow lailatul qodri, fil asyril awakhir min ramadhna

Carilah malam lailatul qadar pada sepuluh hari terakhir dari bulan ramadhan.

Dan terjadinya malam lailatul qadar itu paling mungkin terjadi di malam-malam ganjil. Paling mungkin terjadi itu di malam-malam ganjil, daripada malam-malam genap. Nabi SAW juga bersabda
tahara lailatul qadri min witri asyr awakhir min ramadhan

Carilah malam lailatul qadar pada sepuluh hari terakhir di bulan ramadhan pada malam-malam ganjilnya.

Nah, dan dalil-dalil tadi itu menunjukkan bahwasanya kita mesti bersungguh-sungguh untuk mencari malam tersebut supaya kita mendapatkan keutamaan dari malam penuh kemuliaan tadi. Nah, kemudian bagaimana jika kita mendapatkan malam tersebut? Apa yang mesti kita amalkan? Ada di antara yang bisa kita amalkan, tadi sudah disebutkan kita melakukan sholat malam. Juga diantara amalam mulia adalah kita memperbanyak doa ketika itu ada doa yang diajarkan oleh Nabi SAW kepada Aisyah RA.

Aisyah pernah mengatakan kepada Nabi SAW, ajarkanlah kepadaku bagaimana amalan yang bisa aku praktekkan ketika aku mendapatkan malam lailatul qadar.
Maka kata Nabi SAW, qulli.. ucapkanlah wahai Aisyah..

Allahumma innaka afuwun tohib.. ani.

Ya Allah, sesungguhnya engkau itu maha pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maka maafkanlah aku.

Artinya ampunilah dosa-dosaku.

Maka di sini menunjukkan bahwasanya ketika malam lailatul qadar kita dianjurkan untuk membaca bacaan ini, yaitu…
allahuma afuwun fa fuani 2x
Dan ini juga menunjukkan bahwasanya pada malam lailatul qadar itu kita dianjurkan untuk banyak memohon ampun kepada Allah SWT.

Lalu bagaimana? Apakah seorang wanita itu bisa mendapatkan malam lailatul qadar? Ini yang kita bahas terakhir, yaitu apakah mungkin misalnya dia di rumah saja karena mendapati haid sehingga tidak bisa pergi ke masjid. Apakah bisa mendapatkan malam lailatul qadar? Maka para ulama katakan bahwasanya setiap orang itu bisa mendapatkan malam lailatul qadar. Seorang musafir, seorang wanita haid, siapapun itu bisa mendapati malam lailatul qadar. Dia melakukan ibadah ketika itu, ibadah apa saja. Kalau wanita haid tidak bisa sholat atau melakukan amalan yang dilarang, itu tidak diperbolehkan, maka dia bisa melakukan sedekah, bisa membaca al quran tapi tidak menyentuhnya, dan bisa memperbanyak zikir atau memperbanyak doa ketika itu maka dia bisa mendapati malam lailatul qadar.

Intinya malam ini adalah malam yang penuh kemuliaan, maka jangan kita sia-siakan malam tersebut. Dan kita banyak memohon ampun kepada Allah SWT semoga Allah SWT memberi ampunan bagi kita jika kita mendapati malan tersebut. Intinya jika kita ingin mendapati malam lailatul qadar, maka perbanyak ibadah di seluruh bulan ramadhan. Maka niscaya kita akan mendapatkan malam penuh kemuliaan tersebut dan mudah-mudahan Allah SWT memudahkan kepada kita untuk mendapatkannya.

Demikian para pemirsa, semoga kita akan terus diberkahi di bulan ramadhan ini.

Ustadz Abduh Tuasikal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *