Hukum zakat profesi dalam Islam

Mohon penjelasan tentang zakat profesi. Ringkasnya adalah setiap bulan (gaji) saya dipotong 2,5% dari kantor saya. Ada pendapat mengatakan itu boleh, ada pendapat mengatakan tidak ada zakat profesi. Lalu kira-kira bagaimana hukumnya masalah zakat profesi, termasuk masalah bonus yang saya dapatkan. Misal gaji yang ke-13, atau THR, karena selama ini setiap kali saya mendapatkan gaji bulanan atau bonus saya selalu langsung mengeluarkan dua setengah persen dari penghasilan saya sebagi niat zakat. Mohon pencerahannya ustadz.

Sudah sering saya ulangi ya, pendapat ulama yang paling kuat dan berpegang pada dalil, tidak ada zakat profesi. Nggak ada. Karena zakat profesi itu langsung dicap. Seorang pegawai gajinya per bulan lima juta, saya baru melamar kerja dapat lima juta gaji. Langsung dihitung satu tahun ke depan, tidak tahu dia mati atau enggak, pokoknya 12 bulan ke depan langsung dihitung. Diakumulasi ternyata 60 juta. Dihitung 85 gram emas cuma 50 juta misalnya. Maka dia wajib keluarin zakat dua setengah persen, tiap bulan dipotong. Bahkan tidak mau lihat pegawai ini kebutuhannya, utangnya, enggak dilihat. Itu salah. Zakat itu punya dua syarat haul dan nisab. Haul masa setahun yang kita tentukan sendiri. Misal ramadhan ke ramadhan, januari ke januari, tentukan sendiri masanya. Banyak orang pilih ramadhan ke ramadhan, supaya mudah diingat. Anda sendiri tentukan. Haul itu artinya masa setahun uang kita tersimpan. Misal, sekarang anda belum berniat nih. Niat mulai malam ini. Ramadhan yang kemarin mulai niat haul saya deh. Mulai tanggal start-nya.

Berarti ramadhan tahun depan tutup buku Anda. Apapun yang terjadi selama setahun ini, misal dua bulan seteah ramadhan dapat warisan. Tiga bulan setelahnya dapat keuntungan jual beli mobil. Dua bulan setelah itu lagi, bangkrut usahanya. Bayar rumah sakit. Semua itu biarin berkecamuk. Nggak masalah, berjalan. Nggak ada zakat. Kapan zakat? Ramadhan nanti. Tutup buku. Lihat. Keluarkan hutang dan kebutuhan pokok. Pendapatan saya setahun satu milyar, lima ratus juta. Ternyata pengeluaran saya, 470 juta. Sisa 30 juta uang yang ada.

Ramadhan sudah tutup buku. Uang saya 30 juta. Sudah terbayar utang, sudah kelaur pokok-pokok. 30 juta ini pertemukan dengan syarat kedua ini kan haulnya, masa setahunnya. Syarat kedua adalah nisab, batas kadar minimal untuk mengeluarkan zakat. 85 gram emas. Kalau 30 juta itu senilai dengan 85 gram emas, keluarkan dua setengah persen. Kalau enggak, maka nggak ada zakatnya.

Hukumnya jadi shodaqoh. Jadi nggak ada zakat profesi. Nggak mau tahu hutangnya orang, kebutuhannya. Ada pegawai, subhanallah, apakah anda sudah tahu kalau zakat itu penerimanya kan 8 golongan, salah satunya adalah fakir, miskin. Fakir adalah orang yang tidak tahu dia mau makan apa hari ini. Kalau orang miskin adalah orang yang tahu dia makan apa, ada pendapatan tapi pas-pasan, atau kurang. Misal ada pegawai gajinya 5 juta. Tapi pengeluaran rumahnya, anaknya tiga, istrinya ada, mertuanya numpang sama dia, dia sendiri juga punya transportasi, pengeluaran bulannya lima juta setengah. Dia harus nombok lima ratus ribu dari pendapatan lain misalnya. Dari mana zakatnya?

,..
Zakat itu adalah sesuatu yang lebih, setelah akumulasi setahun, itu.
Ustadz Khalid Basalamah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *