Hukum meminjam uang di bank syariah

Bagaimana hukumnya meminjam uang di bank yang katanya syariah? Awalnya ana ragu untuk meminjamnya, tapi ortu ana selalu mendorong ana untuk meminjam di bank syariah.

Berkaitan dengan bank ni, alhamdulillah, ini pertanda umat Islam mau bangkit. Dulu tahun 90-an ke bawah, nggak banyak bank syariah, bahkan mungkin nggak ada. Bank Muamalat tahun berapa? Tahun 90-an muncul. Selama ini ke mana bank syariah? Umat Islam tidak memikirkan syariahnya. Sekarang alhamdulillah, sudah mulai mereka menuntut, aku kepingin bank yang nggak pakai riba. Muncullah bank syariah. Walaupun ana lihat bank syaiat sedang berusaha untuk jadi syariah. Karena ada aturan-aturan BI yang masih belum bisa dirubah, tapi ke depan ada, insya Allah. Harapan kita terus kita kawal bank syariat ini supaya benar-benar jadi syariah. Bukan hanya casingnya yang syariat, tapi dalamnya syariah.

Terus kalau pinjam duit ke bank syariat, ya kalau ana nasehatin jangan. Selama antum nggak butuh. Bukan nggak butuh gini. Dalam Islam pinjam duit itu boleh, yang pertama karena kebutuhan mendesak, yang kedua sistemnya tidak riba, yang ketiga ada kemampuan untuk bayar. Jadi pinjam itu bukan untuk bermewah-mewahan. Ada orang punya duit 20 juta bisa beli mobil. Bisa. Dapet mobil nggak 20 juta? Lima belas juta dapet. Tapi orang ini kepingin beli mobil yang 200 juta. Akhirnya, ini berarti bukan kebutuhan, tapi gengsi. Ingin yang bagus, jangan, kau beli yang 20 juta. Apalagi dari bank syariat yang ada, wallahu alam nih, ana kalau masalah bank syariat yang ana dengar dari fatwa-fatwa ustadz, mereka sedang berusaha untuk syariat. Tapi kalau sudah full syariat, la (tidak). Karena kadangkala ada bunga yang dibungkus menjadi bagi hasil, atau apa. Tapi insya Allah, ke depan harapan ana bank itu akan menjadi lebih syariat. Antum kalau nggak butuh, jangan, jangan. Hindari berhutang. Rasul SAW itu setiap saat hampir setiap hari beliau berdoa memohon kepada Allah dijauhkan dari hutang.

Allahuma ini audzu bika
Ya Allah aku berlindung kepdamu dari hutang dan dari dosa.

Maka usahakan muslim tidak hidup dengan hutang. Dia mensyukuri apa adanya.

Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *