Hukum berzikir dengan “hu hu hu”

Ustadz, ada yang berzikir hanya dengan menyebut hu hu hu, bagaimana hukumnya? Tidak jelas. Tidak ada hukumnya. Tidak jelas apa maksudnya. Hu kan?

Dalam bahasa Arab itu ada singkatan, tapi singkatan yang bisa dipahami. Ada singkatan, banya kok. Bismillahi… rohim disingkat jadi basmalah. Alhamdulillah..amin disingkat jadi hamdalah. Lahawula billah disingkat jadi hawqolah. Lailaha ilalah disingkat jadi tahlil. Jadi, ada singkatannya. Ketika Anda diminta membacakannya, singkatan dibaca utuhnya.

Bapak ibu sekalian, kita akan memulai acara kita. Supaya Allah turunkan rahmatnya keberkahannya, mari kita sama-sama membacakan basmalah… basmalah. Tidak. Bismillahir…rohim. Singkatan. Jelas maknanya.

Tapi, masalahnya begini, orang Indonesia itu umumnya walau tidak semuanya itu senang menyingkat. Dan kalau sudah nyingkat itu nggak tanggung. Yang nggak ada singkatannya pun disingkat juga. Contoh, kami saat kuliah di Timur Tengah di sana, kalau olahraga misal main bola, itu orang Afrika itu sering protes. Kalian suka menyingkat-nyingkat katanya. Emang kenapa? Kita main bola minta oper, kalau orang Arab sih minta lengkap. Muhammad dipanggili Muhammad, wazi,.? oper.. oper. Ya Adi oper oper. Orang Indonesia enggak. Muhammad, Mad, Mad, oper. Ali, li li. Doni, ni, ni. Adi, di di. Gitu. Semua disingkat.

Bahkan ketika Allahu akbar, Allahu Allah nya dibuang, sisanya hu-nya, itu nggak ada singkatannya. Sayyidi disingkat jadi sidi, ada. Sidi Ahmad. Sayyid Ahmad. Tuan Ahmad. Mister Ahmad. Tapi sayyidarti itu nggak ada singkatannya. Disingkat oleh orang Indonesia, Siti. Siti. Nggak ada singkatan. Siti Aisah. Eh, Aisah nggak pake Siti loh. Siti Khadijah, Khadijah nggak pake Siti.

Awas hati-hati nanti ditanya salah arah lagi, ya. Masya Allah.

Jadi, hemat kami, wawallu alam saya tidak tahu apa maknanya. Tapi menurut saya, kalau bisa menyebutkan kalimatnya dengan utuh itu lebih baik dibandingkan disingkat-singkat pada yang tidak ada singkatannya.

Misal dia ingin dzikir, menyingkat dari qul huallahu ahad disingkat jadi hu hu hu hu. Itu tidak jelas menurut saya.

Heh, walaupun Anda paham apa yang dibacakan, tapi nanti menjadi tidak jelas di dalam pandangan orang yang mendengarkannya. Jadi, sebaiknya dibacakan dengan baik dan jangan tolong cari alasan. Misalnya biasnaya begini, ada orang-orang yang saking diberi tau dengan jelas, saking ingin mempertahankan kebiasaannya, kadang-kadang balik menyalahkan. Anda kan belum belajar. Belum paham. Bukan belum belajar, nabi aja yang paling paham nggak pernah menyingkat begitu.

Pernah nggak ada dzikir dari nabi misalnya. Temukan satu hadits saja, jangan banyak-banyak. Jangankan yang shohih, yang palsu aja, yang palsu, ada dzikir menggunakan kalimat allahu disingkat jadi hu hu hu hu, hu akbar disingkat jadi bar bar bar misal, ada nggak? Satu hadits aja. Kalau ada, saya orang pertama yang akan mengamalkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *