Cara menghilangkan sakit hati ditinggal kekasih

Apakah termasuk salah ketika ibadah saya semakin terjaga di saat merasakan sakitnya patah hati? Kenapa harus patah hati? Memang cuma satu perempuan? Banyak hamba Allah. Masya Allah. Kayak kehabisan stok. Banyak.

Kalau antum kurung diri antum bisa kurung diri antum di satu konsep, bingkai kehidupan antum buat sendiri, kayak misal, saya kalau tidak minum kopi pagi hari, kepala saya pusing. Kalau nggak ada kopi pusing nggak? Pusing. Dia sendiri penyebabnya. Dia sendiri yang kurung di bingkai kehidupan diri.

Kalau ada kopi minum, ada susu minum, ada air putih, apa saja, bismillah. Orang-orang yang merokok nih, saya kalau tidak merokok tidak bisa berpikir. Kan begitu, dia sendiri kurung dirinya. Saya kalau tidak merokok tidak percaya diri. kan dia sendiri.

Padahal sebenarnya kalau kita tidak tanamkan itu tidak ada masalah. Saya kalau tidak nikah sama ini saya bisa gila. Nah, gila bener. bodoh itu namanya…

Kenapa? Nda mau ya sudah pergi, jalan. Cari yang lain. Harus. Apalagi laki-laki. Masya Allah. Memalukan betul.

Cari lah. Laku. Laki-laki tuh biar kakek-kakek laku.

Jadi, jangan tunggangi keistiqomahan dengan patah hati. Nanti kesannya nanti kalau susah baru dekat sama Allah. Jangan. Kata Nabi SAW apa? Kenalilah Tuhanmu dalam kondisi kau lagi senang, Dia akan kenali kau dalam susah.
Sembah Allah bukan karena itu. Nanti kalau Allah ganti antum dikasih perempuan yang cocok misalnya, sudah enggak patah hati, ibadah nggak kira-kira? Kan jadi masalah itu. Jadi, jangan hubungkan dengan itu. Ibadah nggak ada hubungannya dengan cobaan dunia, dan prestasi dunia. Nggak ada hubungannya.

Nih lagi adzan, kita nggak bukan saatnya menilai, oh masjid ini enggak usah, saya mau masjid sana. Enggak. Sholat sekarang.

Orang minta-minta, saatnya kita eksekusi kasih. Bukan nilai, ah orang ini masih kuat. Bukan menilai, memberi. Ada orang cocok, menikah, bukan saatnya nilai. Nanti mungkin ada yang lebih baik, itu nanti. Kalau ajal dateng gimana? Jadi, ini yang belum menikah ini, cepat-cepat menikah. Tunggu apa kira-kira? Tunggu dajjal?
Sudahlah. Menikah, bismillah, jalanin, punya keturunan, punya anak, nah itu banyak pahalanya. Kan gitu.

Ustadz Khalid Basalamah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *