Cara mengatasi masalah kehidupan

Ketika masalah datang menimpa, respons orang dalam menanggapi masalah tersebut tidak sama. Ada yang bersabar dan menerima masalah itu dengan ikhlas, ada pula yang sampai depresi karena suatu masalah. Ketika mendapatkan suatu masalah, tentu kita ingin agar masalah itu cepat selesai.

Banyak yang mengeluh ketika mendapatkan masalah. Mengeluh memang bukan suatu jalan untuk menyelesaikan masalah. Yang ada malah masalah itu terpikirkan terus. Islam sudah memberikan solusi atas masalah yang menimpa manusia.

Dalam situasi sulit yang dialami, baik itu di rumah, ini umum sifatnya, atau di pekerjaan, atau di lingkungan sosial, kata Allah, ikhtiar selalu. Ikhtiar selalu maksudnya tingkatkan usaha kita untuk mengatasi persoalan (yang) dimaksud dan iringi dengan meningkatkan ibadah kepada Allah.

Perhatikan rumusnya ya, awas ini suka dianggap ringan, padahal di sini kuncinya. Jika Anda punya masalah apapun dalam hidup, kata Allah, jangan pernah mengeluh dengan masalah itu, tapi tingkatkan ikhtiar Anda, kemampuan Anda sesuai dengan ilmu dan kemampuan yang Allah titipkan kepada Anda, untuk mengatasi persoalan itu, dan ini poinnya. Dampingi dengan peningkatan ibadah kita kepada Allah SWT, minimal sholat.

Tolong tarik garis di dalam kalimat sholat ini. Itu banyak sekali ayat dalam Al Quran yang berkorelasi positif antara peningkatan kualitas dan kuantitas sholat yang baik dengan pengentasan persoalan-persoalan kehidupan.

Saya beri contoh begini, QS ke-65 At-Talaq ayat ke-2, ke-3, dan ke-4. Di tafsir di Al-Baqarah di ayat ke-2 dan ke-3.

Siapa yang bisa meningkatkan taqwanya kepada Allah, di ujung ayat ke dua, di akhir ayat kedua.
Perhatikan persamaannya, siapa yang bisa meningkatkan taqwanya kepada Allah.

Maka kami akan berikan jalan keluar dari setiap kesulitan yang dialami.

Jadi, persamaan Al-Qurannya taqwa sama dengan solusi kehidupan.

Jadi, kalau Anda sedang punya masalah, kata Allah, sebetulnya solusinya mudah, tidak terlalu banyak biayanya, tidak terlalu besar tenaganya, tingkatkan taqwanya. Bahkan persoalan riski yang sering dikeluhkan itu, dicari-cari nggak dapet. Ngajukan proposal nggak diterima, dan sebagainya. Masya Allah, jangankan yang Anda cari, kata Allah, … yang tidak dicaripun kami akan datangkan.

Silahkan kalau Anda nggak percaya. Anda punya masalah dalam bisnis, jadi pebisnis yang bertaqwa. Anda punya masalah di birokrasi, jadi birokrat yang bertaqwa. Jadi diplomat yang taqwa, jadi dosen yang taqwa, jadi pelajar yang taqwa. Allah janjikan, dan janji Allah nggak mungkin keliru. Anda punya masalah, jangankan yang Anda cari tuh, yang nggak dicaripun, solusinya kami berikan (kata Allah). Bahkan terkait persoalan rizki. Tidak sedikit orang berkata begini, kata Allah saya datangkan dari riski yang tidak kamu sangka-sangka. Dateng iu.

Ada orang berkata, aduh nggak nyangka, saya terakhiran ini dapet proyek yang ini nih. Anda nggak usah nyangka, karena rizkinya pun didatangkan dari sisi yang tidak Anda sangka.

Bahkan

Dan kami akan jadikan semua urusan hidupnya mudah.

Nah, yang penting Anda catat, apa hubungan dengan sholat? Kalimat taqwa itu disebutkan di quran 115 kali. Penyebutan kalimat taqwa pertama di quran itu ada di al baqarah ayat 2 sampai ketiga.

ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

Siapa orang taqwa ini?

Ayat tiganya,

الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ

Asholah itu tulisannya kalau tulisan berbeda dengan yang saya sampaikan ini, mushaf Anda keliru.

Alif, lam, shod, lam, wawu, di atasnya ada fathah tegak, kemudian ta marbutoh.

Itu sudah disepakati dalam bahasa Arab. Kalimat seperti ini, ini kalimat berbentuk jamak, plural, tapi bisa dibaca dengan bacaan tunggal dan jamak sekaligus. Jadi bisa dibaca dengan sholat, bisa dibaca dengan sholawat. Sholawat itu jamak dari kata sholat. Awas, hati-hati. Sholawat jamak dari kata sholat, asalnya itu.

Di Mekkah kalau Anda haji ada bus sholawat, bukan saat masuk bis Anda pada sholawat, bukan. Bis itu mengantarkan Anda untuk sholat. Saya pernah tugas di Mekkah, ada bis shloawat, begitu masuk bis pada sholawat di dalamnya. Bukan. Itu bis mengantarkan Anda ke masjidil haram untuk sholat…. Itu jamak dari kata sholat.

Quran surat kedua al baqoroh ayat 238. Dari 237-238 posisi paling kanan sebelah atas itu.

Hafiru ala sholawat
Jaga waktu-waktu sholat. Itu jamak. Jelas ya?

Ah sekarang perhatikan, kenapa kalimat sholat ini oleh Allah diungkapkan dalam bentuk jamak di sini walaupun dibacanya tunggal? Ingin menunjukkan bahwa, kalau jamak itu sedikit atau banyak? Banyak. Lihat. Taqwa yang meningkat itu bisa mengentaskan persoalan, pertama bisa dikerjakan lewat sholat, tapi bukan sholat biasa. Pertama bentuknya jamak, sholat yang ditingkatkan kuantitasnya. Jadi, kalau Anda misalnya sedang punya persoalan dalam kehidupan, tingkatkan sholat, pertama dari sisi kuantitas.

Ayo, sholat yang kita kerjakan sehari berapa kali? Lima. Berapa rokaat? 17. Antum usia segini masih 17 rokaat juga? Masih 5 waktu. Saya lihat anak-anak kecil tuh, yang 4 5 tahun itu masya Allah, 5 waktu juga, cuman mereka bisa nambah tuh. Masya Allah. 2 rokaat sebelum shubuh, bahkan ada mabit pak. Ada yang mabit tuh malam ini anak anak tuh. Ada yang mabit baca al quran, menghafal quran, dua rokaat sebelum shubuh udah nambah. 4 rokaat sebelum dhuhur, dua rokaat setelah dhuhur, dua rokaat setelah maghrib, dua rokaat setelah isya, datang ke masjid sebelum maghrib lagi. Sebelum adzan udah pada dateng, berjamaah sholatnya. Abis adzan baca al quran, menghafal lagi. Pulangnya setengah sembilan ba’da isya. Mengecek lagi hafalan qurannya. Itu anak usia empat lima tahun.

Ada anak diberikan empat lima tahun, masih belum baligh, takhrib? belum berlaku baginya. Hisabnya masih sangat ringan. Mengerjakan sholat lebih daripada 17 rokaat, tambah yang sunnahnya. Anda dikasih 40 tahun, 50 tahun, masih 17 rokaat juga. Anda butuh berapa tahun lagi untuk meningkatkan amalan?

Nah, karena itu coba cek, pak, bu. Jadi, kalau sedang ada masalah, salah satunya tingkatkan ibadah kepada Allah. Bukankah yang punya solusi Allah? Orang tidur, Anda bangun tahajud. Orang cuman sholat shubuh, Anda dua rokaat sebelumnya. Lalu di situ mintakan kepada Allah solusinya. Itu sudah janji Allah. Bahkan kesulitan terbesar pun kalau Anda minta dengan baik, itu segera dikabulkan.

Yang kedua ini saya mau akhiri dulu untuk pembuka di sini. Ini yang paling dahsyat ini. Kalimat sholat juga diawali dengan kata yukim, yukimu, yukimunasholat,

dan pada umumnya kalimat sholat itu senantiasa diawali dengan kata akim yukim, akm? Pada umumnya.

Al Baqoroh 43, waaqimussholah, ada akim. Al Ankabut 45, waakimissholah, ada akim. Aladzina yukimunasholah, yukim itu artinya ditunaikan dengan sempurna.

Jadi, berbicara kualitasnya. Kalau yang pertama kuantitasnya, kedua kualitasnya. Saya kasih rumus sedikit ya. Kalau dalam konteks ibadah, ada kalimat dalam al quran atau dalam hadits, menghadirkan makna sempurna, itu sesungguhnya isyarat yang menunjukkan kepada kita bahwa pertama ada orang yang mengerjakannya dengan tidak sempurna. Jadi, mohon maaf, kalau Anda tiap hari sholat, kalau bahasa luasnya, Anda tiap hari sholat tapi masalah tidak pernah tuntas, barangkali cek, mungkin sholatnya belum sempurna.

Kalau ada orang enggak sholat, masalah nggak tuntas-tuntas, dia enggak sholat. Tapi kalau anda tiap hari sholat, masalah nggak tuntas, barangkali sholatnya tidak sempurna. Karena itu dalam persoalan sholat ini nabi begitu ketat, pak, bu.

Jangankan kita, sahabat pernah kelihatan oleh nabi sholatnya tidak sempurna, itu diminta diulang oleh Rasulullah. Silahkan cek di Al Bukhori, nomor hadits 751, 757. Ada di hadits Muslim dengan redaksi yang sama, nomor hadits 397. Kalau nomornya beda, cari di bab namanya baabul musifisholah? Bab tentang orang yang sholatnya bermasalah, namanya khanad azuroi?

Datang ke masjid Nabi, sholat di samping Nabi, kemudian setelah beliau salam, kata nabi, sholi fa inakalamtusholi, tolong anda sholat lagi, karena anda belum sholat. Disebut belum sholat. Secara singkat mengulang sholatnya sampai tiga kali, diluruskan lagi oleh nabi dengan kalimat tadi, sampai dia berkata,
ya rasulullah, maukhsinis…

Ya rasulullah, saya enggak bisa lebih bagus dariapada ini.
Alimni…
tolong ajarkan saya.

Maka diajarkan oleh nabi sholat yang benar dari awal sampai akhirnya. Dari situlah kita mendengar kalimat, sholu kama ro aytumuni usholli, al bukhori nomor hadits 651, sholatlah kalian persis seperti melihat saya sholat.

Nah, ajaran nabi ini bukan ingin membebani kita supaya sholatnya mesti detil begini, bukan. Maksudnya untuk memastikan kalau sholat kita benar, manfaat-manfaat tadi dapat. Itu poinnya. Jadi, seperti nabi ibrahim saja minta keluarganya sholat, itu nabi. Nanti Ismail meneruskan lagi di quran surat 19 maryam ayat 55 itu. Beliau teruskan lagi, minta keluarganya sholat. Nanti nabi Isya turunan terakhirnya sholat juga. Quran surat 19 ayat 31-nya. Nabi Musa sholat, semua sholat. Nabi, rasul sholat. Sempurna sholatnya, dan banyak ditunaikan sampai ke Nabi Muhammad SAW. Kita bukan nabi, bukan rasul, surga belum jelas sampai dengans shubuh ini, enggak mau sholat, kan aneh gitu.

Ustadz Adi Hidayat, Lc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *