Benarkah orang masuk surga bukan karena amalnya?

Tidak ada orang yang masuk surga dengan amalnya. Itu sesuai dengan hadits Bukhori, Nabi SAW yang mengatakan itu. Tidak ada seorang pun di antara kita yang masuk ke dalam surga dengan amalnya. Maka kata para sahabat, Anda jug ya Rasulullah? Kata Nabi SAW, saya juga. Tapi Allah telah memberikan rahmatnya kepadaku. Memang untuk masuk ke surga, rahmatnya Allah. Mau contoh rahmatnya Allah, sekarang antum berbuat dosa 50 tahun, nda ada amal sholehnya…

Lalu antum taubat di umur 51 tahun, pas taubat setengah jam meninggal. Bisa masuk surga enggak? Masuk surga. Enak enggak itu? Enak bener itu. Yang buat dia masuk surga apa? Ada amal? Rahmatnya Allah SWT. Antum juga biar beramal 50 tahun, tahun 50 antum meninggal dunia. Apa jaminannya amal antum ikhlas, tulus, khusyuk. Ada jaminan? Selama ini mengkhayal terus kalau sholat.

Rahmat Allah itu. Orang umur 60 tahun. Lima belas tahun pertama anggaplah 12 tahun, 13 tahun, di Indonesia mungkin agak telat orang baligh, mungkin sekitar 14 tahun. Anggap 14 15 tahun antum baligh. Berarti kalau umur antum 60 tahun, 15 tahun sudah habis untuk masa anak-anak. Kemudian dipakai tidur 8 jam per hari. Kalau kali 8 60 dikurangi jumlah 24 jam per hari, kurang lebih 20 tahun antum habiskan untuk tidur. Enamp puluh jadi 45, 45 dikurangi 20, sisa 25. Waktu bekerja 8 jam per hari. Habis lagi 20 tahun untuk bekerja. Sisa berapa umur antum untuk sholat malam, untuk ibadah? Itupun kalau orang tidak melalui maksiat, melalui amal terus.

Yang jelas ada sebuah riwayat Bukhari menjelaskan, ada satu orang dari bani Israil dulu, ibadahnya luar biasa, 500 tahun ibadah, tidak pernah interaksi sama orang, tingal di sebuah pulau. Kata Nabi SAW, pada saat dia meninggal, Allah SWT berkata kepadanya, masukkan hambaku ini ke dalam surga dengan rahmatku. Lalu dia merasa 500 tahun ibadah, nda ada dosanya menurut dia, lalu dia mengatakan, Ya Allah, amalku. Kata Allah SWT, rahmatku. Dia tetap bantah, Ya Allah amalku. Sampai tiga kali. Maka kata Nabi SAW, Allah pun berfirman kepada para malaikat, ambil nikmat matanya hambaku ini, timbang dengan seluruh amal yang dia kerjain. Mata dia pakai 500 tahun nih. Bisa melihat, bisa beraktivitas, bisa segala-galanya, itu timbang nikmat mata yang saya kasih, dengan amalnya dia yang dia kerjain 500 tahun. Waktu ditimbang ternyata nikmat mata saja sudah ngalahin seluruh amalnya, belum nikmat telinga, belum nikmat segala-galanya ini. Banyak kalau nikmatnya Allah mau dihitung. Bagaimana caranya antum mau menilai amal antum. …

Dari 24 jam sholat cuma 5 waktu yang wajib. Kalau kita hitung 10 menit satu sholat, berarti 50 menit. Masih ada 23 jam 10 menit. Antum bebas lakukan apapun. Rahmat Allah SWT.

Baik. Apa tujuannya ditimbang amal? Untuk menentukan derajat antum di surga. Antum ini derajat ke berapa? Di pintu ke berapa masuknya? Itu amal kita. Amallah akan menentukan derajat nanti. Derajat surga yang keseratuskah, tingkat yang pintu yang ketiga kah, derajat yang ke berapa, itu amal kita yang menentukan nanti. Tapi kita masuknya dengan rahmatb Allah.

Ustadz Khalid Basalamah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *