Bagaimana cara melihat makhluk halus (jin)?

Bagaimana caranya agar bisa melihat jin? kalau kita ingin jadi seperti kyai yang bisa melihat jin, bisa atau tidak?

Manusia secara normal tidak bisa melihat jin. Hal ini karena karakter manusia itu sendiri yang tak bisa melihat jin. Sesuai dengan firman Allah dalam Al Quran surat Al A’raf.

innahu yaro kum huwa abiluhu…inna jaalna syaitina auliaa .. yu minun
Sesungguhnya dia yaitu iblis bisa melihat kalian, kalian para manusia, dia dan para pengikutnya, para pasukannya yaitu para jin, di tempat yang kalian tidak bisa melihat mereka. Dan kata Allah SWT, aku jadikan setan-setan itu menjadi wali bagi orang-orang yang tidak beriman.

Dalam ayat ini terdapat isyarat bahwa secara normal, manusia tak dapat melihat jin. Sifat asli manusia adalah tak dapat melihat jin. Hal ini berbeda dengan jin, yang mampu melihat kita. Karena manusia tidak punya kemampuan untuk melihat jin, sebenarnya tak ada yang istimewa jika ada orang yang punya kemampuan dapat melihat jin.

Lalu bagaimana dengan riwayat Abu Hurairah RA, di mana beliau pernah menangkap jin pada saat beliau diperintahkan untuk menjaga zakat mal atau zakat fitrah.

Dalam hadits riwayat Bukhari Muslim diebutkan bahwa Abu Hurairah RA pernah diberi tugas oleh Nabi SAW untuk menjaga gudang zakat. Lalu pada malam pertama datang sesosok makhluk yang mencuri makanan. Lalu Abu Hurairah menangkapnya lalu makhluk itu memelas, meminta agar dilepaskan, karena dia perlu makanan. Lalu Abu HUrairah melepaskannya karena beliau berasumsi kalau dia termasuk yang berhak mendapatkan zakat karena dia tidak mampu.

Lalu pada malam yang kedua, makhluk itu datang lagi, lalu ditangkap lagi oleh Abu Hurairah. Kemudian makhluk itu pun minta dikasihani karena membutuhkan makanna. Tapi Abu Hurairah tidak mengizinkannya dan akan melaporkan kepada Nabi SAW, lalu makhluk itu memelas dan berkata bahwa ia tidak akan datang lagi.

Tapi pada malam yang ketiga, makhluk tersebut datang lagi, dan ditangkap lagi oleh Abu Hurairah. Kali ini Abu Hurairah tidak memberi ampun pada sosok tersebut, dan akan melaporkan makhluk tersebut kepada Nabi SAW. Akan tetapi, makhluk tersebut tetap memelas dan ia mengatakan kepada Abu Hurairah, maukah aku tunjukkan kepadamu satu amalan yang bisa kamu baca sebelum tidur, sehingga dengan itu kamu tidak akan diganggu oleh golongan kami, yaitu golongan jin, sampai pagi. Lalu jin tersebut mengajarkan ayat kursi, maka dibaca sebelum tidur, karena itu salah satu diantara keistimewaan ayat kursi. Membaca ayat kursi sebelum tidur akan mencegah diri dari gangguan jin, dari mulai awal malam hingga bangun tidur.

Kata al haifd ibnu hajr rahimahullah? saat beliau menjelaskan isi hadits ini dalam kitabnya, fathul bahri. Beliau menyebutkan bahwa kejadian yang dialami oleh Abu Hurairah RA hingga beliau bisa menangkap jin bahkan bisa berbicara dengannya tentu saja beliau mampu melihat jin, ini adalah melihat jin dengan rupa yang bukan aslinya. Ini berarti jin telah berubah wujud menjadi makhluk yang lain. Pada waktu itu yang ditangkap oleh Abu Hurairah adalah seperti anak remaja yang baru mendekati baligh. Akan tetapi kata Al Hafid ibnu hajr, untuk jin dengan rupa asli, manusia tak bisa melihatnya.

Kemudian Al hafid ibnu hajr menyebutkan ayat al quran yang tadi kita singgung
innahu ya robkum…
Sesungguhnya dia yaitu jin bisa melihat kalian bersama para pasukannya jin-jin yang lain,

Secara normal, manusia tidak dapat melihat jin. Jika ada manusia yang bisa melihat jin, maka ini bukan berarti orang ini sakti, akan tetapi jin yang menampakkan diri kepada orang tersebut.

Lalu bagaimana cara agar jin tersebut mau menampakkan diri kepada kita.

Adapun jika dalam sosok aslinya, manusia tak mungkin dapat melihat jin. Tapi apabila jin berubah wujud lalu menampakkan diri kepada manusia, ini sangat mungkin manusia dapat melihatnya.

Lalu bagaimana caranya supaya jin tersebut mau berubah wujud dan menampakkan diri di hadapan manusia.

Sekali lagi, kemampuan untuk bisa melihat jin bukanlah suatu keistimewaan bagi manusia. Ini bukan karomah, bukan keistimewaan, bukan pula tanda ketaqwaan, sehingga ketika seseorang bisa melihat jin, itu bukan prestasi yang membanggakan. Bukan kemampuan manusia yang dapat melihat jin, tapi karena kemampuan jin yang menampakkan diri pada manusia.

Akan tetapi masyarakat menganggap orang seperti itu orang sakti karena orang tersebut dapat melihat jin.

Menurut para ulama, ada dua kemungkinan bahwa jin bersedia menampakkan diri kepada manusia, yang pertama adalah karena permintaan manusia. Misal, dengan cara manusia mencari jin di gua, dengan bertapa, yang semuanya ini merupakan persembahan kepada jin. Diawali dengan persembahan jin, akhirnya jin mau memberikan pelayanan kepada manusia. Ini termasuk kesyirikan dalam Islam.
Kemungkinan yang kedua, ada jin yang saking cintanya kepada manusia, lalu dia terkadang menampakkan dirinya kepada orang tersebut, tanpa adanya unsur keinginan dan usaha dari orang tersebut.

Seperti yang dialami oleh anak-anak yang mampu melihat makhluk yang tak dapat dilihat oleh orang lain. Anak-anak yang punya kemampuan ini orang sebut anak indigo. Konon mereka punya indra keenam. Padahal hakikatnya tidak. Perkara anak tersebut kenapa bisa melihat makhluk ghaib, karena jin yang menampakkan diri, meski anak tersebut tidak melakukan usaha untuk bisa melihat jin, melainkan jin yang menampakkan diri pada dirinya.

Kita tak perlu punya keinginan untuk dapat melihat jin. Tidak ada istimewanya ketika orang bisa melihat jin. Justru dengan kita tidak dapat melihat jin, ini adalah nikmat yang Allah berikan. Coba bayangkan jika kita bisa melihat jin, kita akan sering melihat sosok yang menakutkan. Hal ini karena rupa jin yang menyeramkan.

Dalam Al Quran Allah menyebutkan tentang buah zaqqum (buah yang ada di neraka) yang bentuknya seperti kepala setan. Hal ini berarti kepala setan adalah sesuatu yang menakutkan, tidak nyaman untuk dilihat. Dengan begitu, ketika kita tidak dapat melihat jin, ini adalah nikmat dari Allah untuk kita.

Tak ada sisi istimewanya melihat jin, justru dapat membuat hidup tidak nyaman, menghadap ke kanan ada sosok seram, ke kiri ada sosok seram, ke depan dan ke belakang juga. Bagaimana bisa hidup nyaman jika seperti ini?
Suatu nikmat dari Allah ketika kita tidak bisa melihat dari jin, sehingga kita bisa hidup lebih nyaman.

_948wlLiUfU&t=408s
Usatdz Ammi Nur Baits

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *