Bacaan Doa Berbuka Puasa Ramadhan yang Benar

Lafadz doa berbuka puasa yang banyak beredar di masyarakat berupa allahumma laka sumtu dan seterusnya ternyata berasal dari hadits yang lemah. Tapi kok banyak yang melakukannya? Lalu apa salahnya mengamalkan hadits lemah?

Ada doa buka puasa yang lebih mustajab, karena berasal dari hadits hasan. Doa yang berasal dari hadits tersebut merupakan doa berbuka puasa pada umumnya, bukan hanya ramadhan saja. Seperti apakah doanya?

Yang kita bahas pada pertemuan kali ini terkait dengan doa ketika berbuka puasa.

Doa di dalam Islam memiliki kedudukan yang amat mulia. Oleh karenanya Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan pada kita semua untuk berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Uduni stajib lakum berodalah kepadaku, memintalah kepadaku, maka akan aku kabulkan permintaan kalian.

Demikian Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan pada kita semuanya untuk berdoa. Dan lebih khusus doa ketika kita sedang berbuka puasa. Nabi ﷺ‎, beliau menjelaskan dalam sebuah hadits, dalam sabdanya:

إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ

“Sesungguhnya orang yang berpuasa ketika sedang berbuka memiliki doa yang tidak ditolak oleh Allah subhanahu wa ta’ala.”

Doa yang tidak ditolak oleh Allah subhanahu wa ta’ala ini merupakan kesempatan yang sangat mulia atas kita semuanya untuk memperbanyak doa sebelum berbuka puasa, atau ketika sedang berbuka puasa. Sehingga kesibukan kita ketika mendekati waktu adzan maghrib, jika sedang berbuka puasa, maka marilah kita perbanyak untuk berdoa kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Mungkin 5 menit sebelum adzan, 10 menit sebelum adzan, kita perbanyak doa, memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Kita perbanyak istighfar. Kita perbanyak permohonan dan permintaan pada Allah subhanahu wa ta’ala kebaikan dunia dan kebaikan akhirat. Dan Nabi ﷺ‎ pun memberikan contoh ketika seorang sedang berbuka puasa dengan tuntunan doa, dan diantara doa tersebut adalah doa

ذَهَـبَ الظَّمَـأُ، وَابْتَلَّـتِ العُـروق، وَثَبَـتَ الأجْـرُ إِنْ شـاءَ الله

Dalam hadits riwayat Abu Dawud dan juga Al Imam Al Hakim dan hadits ini dihasankan oleh para ulama.

Yang artinya sungguh rasa haus telah hilang dan kerongkongan telah basah dan pahala Insya Allah telah ditetapkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Doa yang sangat mulia di mana seorang muslim tatkala mengucapkan doa ini ingat dengan satu nikmat yang besar, yang sebelumnya merasakan haus, merasakan lapar.

Kemudian Allah berikan kekuatan dengan berbuka tersebut dan juga Allah berikan pahala yang besar dengan puasa tersebut, maka merupakan satu kenikmatan yang harusnya disyukuri, kenikmatan yang Allah berikan pada seorang muslim yang hendaknya pandai bersyukur pada Allah subhanahu wa ta’ala.

Di antara doa yang lain adalah “Allahumma laka sumtu, waala rizkika abtortu”.

Dengan dua kalimat. “Allahuma laka sumtu, waala rizki ka abtortu

Ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh Al Imam Abu Dawud, dan juga di dalam Al-Marosil.

Ladadznya demikian, sehingga terkadang kita dapatkan di masyarakat, sebagian kaum muslimin, ada beberapa tambahan dari doa ini, karena ketika diteliti bahwa hadits ini ternyata hadits yang lemah. Dan kemudian sebagian menambahkan dengan beberapa, dengan beberapa tambahan, sehingga yang paling utama adalah menggunakan doa yang pertama kita bacakan tadi, yaitu doa:

ذَهَـبَ الظَّمَـأُ، وَابْتَلَّـتِ العُـروق، وَثَبَـتَ الأجْـرُ إِنْ شـاءَ الله

Dan inilah yang diajarkan oleh Nabi ﷺ‎, karena ini adalah hadits hasan, hadits yang derajatnya bisa diamalkan sehingga hendaknya seorang muslim bersungguh-sungguh memanfaatkan waktu tersebut.

Salah satu waktu yang amat mulia dan juga mustajab sebagaimana disebutkan oleh Nabi ﷺ‎ sehingga bersungguh-sungguh untuk berdoa dan terus berdoa sampai datangnya waktu adzan dan kemudian berbuka puasa, dan kemudian juga mengucapkan doa ini.

Sodara-sodara yang dimuliakan Allah subhanahu wa ta’ala, demikian tuntunan dari Nabi ﷺ‎. Hendaknya kita senantiasa mengikuti tuntunan Nabi ﷺ‎.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

Sungguh telah ada pada diri Rasulullah ﷺ‎ adalah contoh yang baik.

Sehingga tidak ada contoh yang lebih baik, lebih daripada apa yang dicontohkan beliau, Rasulullah ﷺ‎. Maka tuntunan di dalam berdoa tadi apakah itu sebelum datangnya maghrib ataukah setelah kita mulai berbuka puasa hendaknya kita amalkan dan kita bersungguh-sungguh khusyuk dan tenang di dalam berdoa kepada Allah SWT sehingga kita senantiasa mengikuti tuntunan Nabi ﷺ‎.

Ustadz Muhammad Romelan, LC

Demikian pembahasan tentang bacaan doa berbuka puasa. Jadi, waktu sebelum berbuka puasa merupakan waktu yang mustajab untuk berdoa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *