Apa perbedaan iblis dan setan dalam Islam?

Pengertian dan Perbedaan Iblis, Jin, dan Setan

Pak Ustadz, apa yang dimaksud dengan iblis, jin, syetan? Adakah dalil tentang nikmat kubur dan siksa kubur.

Teman-teman sekalian, dalam kajian dulu pernah kami sampaikan, hakikat manusia dalam Al-Qur’an, iblis, jin, dan syetan.

Ketiganya ada kaitan atau korelasi. Iblis itu asalnya jin. Kalangan jin yang menyimpang. Di mana diktehauinya? Di Quran surah ke 18 ayat ke-50, posisi paling kanan di pertengahan.
malaikati sajadu ila… iblis, kana minal jinny robih

Ketika kami firmankan kalian semua malaikat kalangan jin sujud hormat pada Adam, semua sujud kecuali iblis. Siapa iblis itu? Kata Allah kanna minal jini, dia termasuk kalangan jin, tapi bukan jin biasa. Jin yang menyimpang. Penyimpangan dari tuntunan agama disebut dengan fasaq. Orangnya disebut dengan fasiq. Pernah dengan orang fasiq? Fasiq itu yang keluar dari ketentuan agama. Jelas ya?

Maka jin menyimpang ini disebut dengan iblis. Kenapa dia menyimpang? Karena ada perasaan sombong dalam dirinya. Quran surah ke-7 ayat ke-12.
Ma mana aka ala atsjud amartu

Hei kenapa kamu tidak mau sujud ketika saya perintahkan. Kata Allah, bukan sujudnya yang penting, tapi saya perintahkan. Saya ingin lihat kamu taat tidak pada saya.

Jadi saat kita sholatnya, saat sholat kita tunaikan pun, Allah enggak butuh dengan sholat kita. Tidak butuh. Semuka bumi tidak sholat, tidak akan menurunkan status Allah sebagai Tuhan. Yang butuh kita, sebagai ujian ketaatan, plus untuk mendapatkan rahmat dari Allah SWT. Di balik sholat ada kebutuhan yang kita mohonkan tadi.

Nah, kenapa dia tidak mau sujud kepada Adam?

anna khairu minhu
Saya lebih hebat dibandingkan dengan dia.

khalaqtan minarin .. tin

Engkau ciptakan saya dari api, dia dari tanah.

Saat dalam keadaan tadi sifat sombongnya muncul. Sombong itu sifat baik atau buruk? Buruk. Sesuatu yang melapisi kebaikan, misal, ada sesuatu yang buruk menutup kebaikan. Itu dalam bahasa Arab disebut dengan balasa. Tapi kalau yang baik menutup yang kotor, disebut dengan labisa, lam ba sin. Makanya pakaian disebut dengan libas, karena di antara fungsi pakaian ini, ini menutup aurat yang tampak dari diri kita, hal-hal yang tidak disukai. Disebut dengan libas.

Sebaliknya, yang kotor menutup yang baik disbeut dengan balasa. Iblis kenapa dinamakan dengan iblis, karena pada saat itu dia tertutup oleh sifat-sifat keburukan. Jadi, kebaikannya ditutup oleh sifat buruk, sifat sombong tadi. Makhluk ini kemudian disebut dengan nama baru namanya apa? Iblis. Sudah menggoda Anda belum? Belum. Belum menggoda. Dia baru menyimpang. Makanya ketika dia menyimpang, oleh Allah diklarifikasi, kenapa kamu begitu. Mudah bagi Allah untuk menyimpulkan, kamu sombong kamu, keluar dari sini.

Tapi Allah kemudian, maaf, bertanya kepada iblis bukan karena tidak tahu. Untuk menunjukkan jawaban kepada para malaikat dan jin pada saat itu mendengar langsung dari lisan mereka, supaya tidak ada hal untuk dielakkan. Tapi ketika keluar dari lisannya langsung diketahui.

Qolla bidha

Keluar kamu dari sini, keluar. Begitu keluar, Adam dan Hawa dimintakan tinggal di surga. Quran surah kedua Al Baqarah ayat 35, di situ iblis minta izin untuk menggoda. Saat menggoda Adam itulah namanya berubah menjadi syetan. Quran surah kedua Al Baqoroh ayat 36, posisi paling kiri di pertengahan.

Faa za syatonu anha

Begitu mulai menggoda Adam, maka namanya disebut dengan syetan. Jadi, syetan itu sifatnya, bukan makhluknya. Dari kata syatonah, yang menjauhkan. Awas. Sesuatu yang menjauhkan dari kebaikan kepada Allah itu namanya syatonah, sifatnya syaiton. Jadi, setiap sifat apapun bisa melekat kepada iblis, yang tak nampak jin, bisa melekat pada manusia. Jadi sama, manusia pun ketika menjauhkan seorang lain misalnya, dari ketaatan kepada Allah, saat yang bersamaan dia sedang disifati dengan sifat setan. Karena itu ketika Anda memohon kepada Allah supaya dilindungi dari sifat setan, lihat kalimatnya, ini paling dihafal oleh kita.

Qul aduzhu bir nas
malikin nas
ilahin nas
minsyaril was wasil khonas
aladzi syudurinnas

Siapa nas di situ? Manusia. Karena manusia pun bisa memiliki sifat-sifat yang menjauhkan orang lain dari ketaatan kepada Allah.

Mau ke mana kamu?
Mau sholat.
Sholat nomor dua, nomor satu kita makan dulu.

Jika sifat itu sudah ada, itu tandanya ada sifat setan yang melekat pada dirinya.

Bapak sedang mau tahajud, tiba-tiba ada misalnya informasi di TV, bolanya pertandingan sekarang, Barcelona ketemu Manchester City misalnya. Begitu Anda mau sholat, TV mengajak Anda nonton. Berarti TV saat itu sedang menjadi setan.

Ibu mau tahajud, begitu mau tahajud, kata suaminya, “Mah sini dulu, temani bapak nonton”.
Masya Allah, sejak itu bapak sedang menjadi?

Ustadz Adi Hidayat, Lc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *