Apa itu salafi?

Kalau salafi, itu bukan ormas, bukan madzhab, tapi dari kata salaf. Salaf itu manhaj artinya.

Jadi, salaf itu artinya sesuatu yang lampau, yang lalu. Kenapa disebut dengan salaf? Karena saat kita berusaha untuk beribadah menunaikan pendekatan kita, ibadah kita kepada Allah SWT,

Saya mau tanya, cara kita ibadah itu mesti seperti siapa caranya? Rasulullah SAW. Rasulullah itu hidup di zaman kita atau hidup di zaman dulu? Dulu. Dulu itu bahasa Arabnya salaf. Jadi, mengikui yang dulu, dulu, bahasa Arabnya salaf. Kalau disebutkan mengikuti, itu ditambah ujungnya dalam bahasa Arab dengan ya nisbah. Ya nisbah itu gampangnya tambah i saja ujungnya. Misal, salaf dulu, ikut yang dulu disebut dengan salafi. Jadi asalnya salafi itu bukan madzhab, bukan kelompok, bukan ormas, tapi manhaj. Satu cara, satu arah supaya kita dalam beribadah mengikuti tuntunan yang dulu, rasulullah saw, yang disampaikan pada para sahabat, sampaikan pada para tabiin. Itu masa lalu, dulu. Kita ikuti jalannya.

Nah, saat kita mengikuti jalan itu, maka cara kita disebut dengan salafi. Jadi sebetulnya semua orang Islam itu enggak ada yang nggak salafi, semuanya salafi. Tidak mungkin, ya kalau ada orang mengaku misalnya, saya bukan salafi, berarti sholatnya beda itu. Pasti salafi. Nggak mungkin. Pasti salafi. Karena salafi itu artinya ikut yang dulu, ikut nabi. Manhajnya. Jadi, salafi itu bukan golongan tertentu, bukan kelompok tertentu, bukan misalnya eksklusif ini salafi yang lain bukan. Tidak. Salafi itu manhaj.

Yang empat disebut dengan manhaj, salafi nyambung kepada nabi, memilih satu di antara yang empat disebut dengan madzhab. Maka dari sini nanti dikenal istilah madzhab hanafi, madzhab maliki, madzhab syafii, madzhab hambali. Ada semua, runtutanny ada. Karena itu, … Imam Syafii itu salafi. Imam Abu Hanifah salafi, semuanya salafi. Tapi ketika memilih salah satu untuk memudahkan, kan enggak mungkin dalam sholat dibaca empat empatnya.

Pilih salah satu. Maka saat Anda memilih disebut dengan madzhab. Yang jadi persoalan, ketika guru ini mulai mengajar, mulai ngajar, pindah ke satu tempat yang penduduknya belum tahu sama sekali bacaan, saya ingin tanya, apakah diajarkan keseluruhan caranya atau pilih salah satu? Pasti pilih salah satu. Kalau diajarkan semua, jadi bingung orang, karena belum tahu kan. Maka dipilih salah satu. Maka sampai hari ini di Timur Tengah itu dan sekitarnya itu punya madzhab. Pilih salah satu.

Di Saudi misalnya, itu keluk semua kan. Uni Emirat Arab, Qatar, dan sebagainya itu dishirkan bacaanya bismillah-nya. Mereka memilih dari Ahmad bin Hambal. Masya Allah

Misal, kayak Mesir sana, kebanyakan dia Syafii. Di Jakarta. Afrika Utara sebelah sana, Maliki, nggak dibaca sama sekali. India, Pakistan, Hanafi. Masya Allah, dipilih.

Jadi, enggak ada masalah, mereka enggak ada romadhonya dua kali, pasti sekali. Idul Fitrinya sekali. Nah, yang saya tanyakan, di Indonesia itu yang mana itu?

Orang Indonesia, orang tua kita itu orang hebat, semua dipelajari. Jadi, orang tua kita dulu belajar ada yang ke Madinah, ada yang ke Mekkah. Mekkah dengan Madinah aja bisa beda itu di antaranya. Mekkah tarawihnya 23, Madinah bisa 36.

Mari kita lihat. Ada yang kemudian ke India, ke Pakistan belajar. Ada yang ke Mesir, ada yang ke Libya, ada yang ke Tunisia. Pulang lagi. Misal, orang Bandung datangnya misalnya ke Mesir, orang Betawi pergi ke Madinah, masya allah, orang Padang misalnya perginya ke India, ke Pakistan. Begitu pulang, maaf, kalau di Mesir shubuh kan qunut. Syafii.
Kemudian kalau yang di Saudi dia Hambali, dia enggak qunut, kecuali nazilah. Kalau yang di Pakistan juga enggak qunut. Masya Allah. Begitu pulang, yang jadi masalah misal orang Bandung main lah ke Jakarta, ketemu orang Betawi. Belum belajar yang di sini, dipelajari yang lain. Belum ketemu satu dengan yang lainnya, dua-duanya salafi sebetulnya. Cuma satu belum mempelajari yang lainnya. Maka apa yang jadi persoalan ketika sholat di belakang orang yang tidak qunut… menyimpulkan, nih salafi kayaknya. Dipersoalan nih salaf.
Itu masalahnya. Jadi, khilafiyah yang muncul itu sering tejadi bukan karena persoalan salafi atau bukan. Lebih karena kurang luasnya pengetahuan untuk didapati dan diketahui. Itu poinnya. Jadi, jelas bu ya, Muhammadiyah itu ormas, disebut jam’iyah, salafi itu manhaj. Jadi, semua orang Muhammadiyah itu pasti salafi, tapi tidak semua salafi Muhammadiyah.

jrGO9QjzpL8
Ustadz Adi Hidayat, Lc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *