Apa hukum bekerja di bank dalam Islam?

Ustadz, bagaimana hukum bekerja di bank? Bank apa dulu? Kalau banknya bank yang sesuai dengan nilai-nilai Islam, yang baik, bank syariah dan sebagainya, halal pekerjaannya, silakan.

Kalau antum bekerja di tempat yang ada hukum Allah dilarang di situ misalkan, ada riba, ada yang tidak baik, dan sebagainya, dan antum bisa nih memilih di tempat yang halal, tapi antum memilih di situ karena pertimbangan dunia, ya haram.

Yang didapatkan juga salah. Kecuali dalam keadaan anda belum mendapatkan sesuatu yang maksimal, sebagian bisa baik, sebagian belum bisa baik, maka silahkan ambil sebagiannya. Yang tidak baiknya ditinggalkan, tapi dalam rangka mencari yang halalnya, sambil berjalan.

Ini kaidahnya jelas.
ad darurotu tumbihul

Keadaan darurot membolehkan sesuatu yang terlarang. Sampai menemukan yang maksimal di situ, sambil nyari. Tapi kalau antum punya mencari di bank misalnya yang sifatnya baik, hukum Allah diterapkan di situ, dapat di situ misalnya, penghasilannya ada, kenapa mencari sesuatu yang lain?

Dan rizki itu kan nggak berubah. Antum sampai meninggal, rizkinya akan segitu-gitu aja. Ada yang satu milyar, 100 milyar, 1 trilyun, lebih daripada itu. Antum sebelum rizkinya diberikan sempurna, enggak akan meninggal.

Antum dapat misalnya kan, yang halal, ini dapat dengan yang haram. Sama-sama ini 1 milyar ini 1 milyar. Jadi kalau bisa ngambil dengan cara yang halal, ngapain ngambil yang haram. Dan bedanya cuman keberkahan aja.

Orang kalau sudah disayang oleh Allah SWT, berkahnya banyak diturunkan, dibuka di langit dan di bumi pintu berkah.

Quran surah 7 ayat 96.
Walau anha naim barakati samai wal ar

Kalau suatu penduduk negeri, misal se-Lampung nih semua beriman dan meningkatkan taqwa, kerjanya karena iman, sholat tidak ditinggalkan, malam-malam tahajud, puasa sunnah dijalankan, masya Allah, itu lafadz
tahna alaihim barakati minal samai wal ard

Dibuka keberkahan di pintu langit dan bumi. Kalau keberkahan sudah turun, berkah itu artinya sedikit tapi banyak manfaatnya. Jadi oleh Allah SWT diberikan berkah, supaya nggak capek mikir, rizkinya segit juga, satu milyar. Cuman disimpan oleh Allah tuh. Kamu enggak usah banyak mikir, nggak usah banyak mikir.

Diturunkan dulu misalnya sebulan, taruhlah misalnya cuman 500 ribu. Tapi berkahnya luar biasa. Begitu butuh, pas pas butuh ada. Mau beli buah, temennya datang, beli buah ya, saya aja yang bayarin. Masya Allah. Mau beli makanan, tiba-tiba temannya yang lain datang. Masya Allah. Begitu berharap sesuatu, datang kiriman dari yang lainnya. Lima ratus ribu awet sebulan enggak dipakai. Masya Allah.

Terus aja begitu tuh jalan, jadi nikmat. Dan hatinya juga nggak mikir macem-macem. Mau berangkat, temannya datang, ikut saya aja yuk. Masya Allah. Nggak mikirin bensin, nggak mikirin ngelap mobil, nggak mikirin macam-macam. Biasa aja. Kalaupun punya nggak sibuk dia. Nggak dalam keadaan lelah.

Begitu Anda mendapatkan dengan cara yang haram, lawannya nafsu. Keberkahan terkunci, nafsu muncul. Sedangkan sifat nafsu selalu ingin, ingin, ingin ingin ingin, walaupun belum tentu dibutuhkan. Makanya, kalaupun yang terlihat sudah banyak, di rekening misalnya sudah ada, 500 juta, rasanya kurang aja. Masih ingin terus, ingin terus, ingin terus.

Antum modal kerja 10 juta, dapat keuntungan pertama misal 5 juta. Masya Allah. Keuntungan yang kedua misalnya, 3 juta. Yang selanjutnya 1 juta. Menurun atau naik? Itu bukan untuk menurunkan. Barangkali kamu pikirannya terlampau banyak. Dikasih lima juta kemarin sholat sunnah ketinggalan.

Turunin yah 3 juta dulu, gitu kan. Walaupun di atas modal juga. Supaya antum mikir, yang 5 juta aja belum dikeluarin, masa mau mikirin yang lain? Itu mau kumpulin sampai kapan lagi? Akhirnya begitu terkumpul terkumpul capek hidupnya. Silahkan cek, orang yang bekerja dengan nafsu, apalagi mendapatkan dengan cara yang haram, hidupnya nggak akan tenang. Ngitung terus. Tapi tipikal manusia memang pengen kelihatan.

Hidup antum 5 milyar misalnya. Pilih mana yah? Diberikan sekaligus 5 milyar bisa dipegang begini, atau disimpan oleh Allah, begitu butuh baru diberikan. Pilih mana?

Umumnya pengen dipegang. Antum belum gajian aja udah sibuk. Masya Allah.

Istri uang belanja tiga hari lagi belum selesai sudah mikirin. Artinya pengen megang. Itu sifat manusia. Padahal kebanyakan dipegang capek. Begitu sudah semakin banyak, masya Allah, tadinya kalau 100 ribu masuk dompet. Udah 100 juta, waduh kebanyakan nih. Simpan. 1 milyar, brankas kayaknya brankas. Pinjam brankas. Mau tidur, ah cek dulu barangkali satu kurang. Hitungin lagi satu milyar, sampai subuhnya juga terlambat, tahajud enggak, ngitungin itu semaleman, tidur juga enggak. Ini poin yang barangkali dicek ya, kalau semakin banyak antum meninggalkan ibadah, pasti ada yang salah.

Ustadz Adi Hidayat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *